KILASJATIM.COM, Surabaya – SD Little Sun School Surabaya kembali menggelar acara tahunan International Day 2025, sebuah kegiatan edukatif yang bertujuan mengenalkan budaya dunia sekaligus mengasah multiliterasi siswa. Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 1 hingga 6 ini berlangsung meriah dengan rangkaian acara seperti fashion show budaya, presentasi negara-negara dari berbagai benua, hingga bazar makanan tradisional.
Menurut Maya Purnamaningtyas, S.Pd, Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya yang turut hadir dan melakukan pengamatan kegiatan, International Day ini merupakan program pembelajaran yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
“Acara ini bukan hanya mengenalkan budaya internasional, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan berbagai literasi penting yang terintegrasi dengan aktivitas nyata,” jelasnya.
Fashion Show Budaya Dunia, Ajang Percaya Diri Siswa
Acara dibuka dengan fashion show yang menampilkan kostum tradisional dari berbagai negara. Siswa kelas 1 hingga 3 tampil percaya diri di atas catwalk dengan pakaian khas dari benua Asia, Eropa, dan Amerika. Kostum-kostum tersebut menampilkan keragaman budaya negara seperti Jepang, Italia, Brasil, dan berbagai negara lainnya.
Maya menilai, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan.
“Fashion show ini mengajarkan siswa untuk mengenal simbol-simbol budaya dan menumbuhkan keberanian tampil di depan umum. Anak-anak mempelajari makna di balik pakaian yang mereka gunakan, bukan hanya memakainya,” ujarnya.
Usai fashion show, siswa kelas 4 hingga 6 mempresentasikan negara pilihan mereka dalam bahasa Inggris. Mereka menyampaikan informasi mengenai makanan khas, tempat terkenal, pakaian tradisional, hingga budaya unik dari negara-negara di Asia, Eropa, dan Amerika.
Sementara itu, siswa kelas 1 hingga 3 menjadi audiens yang antusias menyimak presentasi kakak-kakak kelas mereka.
“Aktivitas ini memperkuat literasi informasi dan literasi bahasa Inggris siswa. Mereka belajar mengakses, memilah, dan menyampaikan informasi dengan cara yang menarik,” jelas Maya.
Selama persiapan International Day, setiap kelas diberi tugas menghias ruangan sesuai dengan tema benua. Mereka membuat dekorasi yang menampilkan makanan khas, pakaian tradisional, ikon negara, dan elemen budaya lainnya.
Menurut Maya, kegiatan ini sangat efektif dalam mengembangkan kreativitas siswa.
“Mereka bekerja dalam kelompok, berdiskusi, dan menuangkan ide visual tentang budaya dunia. Ini adalah bentuk literasi visual dan kolaboratif yang sangat penting dalam pembelajaran modern,” tambahnya.

Bazar Makanan: Belajar Wirausaha Sejak Dini
Acara puncak International Day adalah bazar makanan tradisional yang diikuti oleh siswa kelas 4 hingga 6. Mereka menjual aneka makanan dari negara yang dipelajari, lengkap dengan desain menu, penentuan harga, hingga perhitungan laba.
Seluruh keuntungan dari bazar didonasikan untuk kegiatan amal.
“Melalui bazar, siswa belajar konsep wirausaha dasar—mulai dari menentukan harga, menghitung modal, hingga membuat strategi penjualan. Mereka juga belajar tentang empati dan tanggung jawab sosial saat hasil penjualan disumbangkan,” terang Maya.
International Day 2025 menjadi wadah pembelajaran multiliterasi yang komprehensif.
Maya menjelaskan bahwa kegiatan ini mengintegrasikan berbagai jenis literasi yang relevan dengan kehidupan masa kini:
-
Literasi Matematis: siswa menghitung modal, harga jual, dan laba dalam bazar.
-
Literasi Informasi: siswa meneliti negara, mengevaluasi sumber informasi, dan menyajikannya dalam presentasi.
-
Literasi Finansial & Ekonomi: siswa memahami dasar-dasar jual beli, perencanaan keuangan, dan konsep keuntungan.
-
Literasi Berdiferensiasi: setiap siswa terlibat sesuai minat — dari presentasi, seni dekorasi, hingga aktivitas berjualan.
“International Day ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus berada di dalam kelas. Melalui kegiatan berbasis proyek seperti ini, siswa belajar dengan cara yang menyenangkan dan bermakna,” tegas Maya.
Lebih dari sekadar perayaan budaya, International Day 2025 memberikan pengalaman yang memperkaya wawasan global siswa. Mereka belajar tentang keberagaman dunia sekaligus mengasah keterampilan praktis yang bermanfaat untuk masa depan.
“Anak-anak perlu memahami dunia yang beragam dan terus berubah. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, serta berpikir kritis dan kreatif,” pungkas Maya.
Dengan semangat belajar yang penuh antusias, International Day di SD Little Sun School kembali sukses menjadi kegiatan tahunan yang mendidik sekaligus menginspirasi, membawa siswa lebih dekat dengan dunia global yang sesungguhnya.(ara)









