Pertamina Gas Operation East Java Area (OEJA) menyasar masyarakat rentan untuk pemberdayaan dengan memggelar aksi kepedulian sosial melalui Program Konseling Kesehatan Jiwa yang dilaksanakan di Pendopo Sehati, Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu ( 28/5/2025) (Ist/dok)
KILASJATIM.COM, Sidoarjo — PT Pertamina Gas (Pertagas), afiliasi dari Subholding Gas Pertamina melalui unit usahanya Pertamina Gas Operation East Java Area (OEJA) menyasar masyarakat rentan untuk pemberdayaan dengan memggelar aksi kepedulian sosial melalui Program Konseling Kesehatan Jiwa yang dilaksanakan di Pendopo Sehati, Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu ( 28/5/2025)
Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya bertajuk Inovasi Sosial: Simfoni Kidung Tanggulangin, di mana Pertagas OEJA bersama Kecamatan Tanggulangin, Dinas Kesehatan Sidoarjo, dan Puskesmas Tanggulangin berhasil menggandeng masyarakat untuk membentuk Kelompok Kader Kesehatan Jiwa. Kader ini merupakan perwakilan dari masing-masing desa yang aktif mendampingi dan memantau pasien kesehatan jiwa (Keswa) di lingkungan mereka.
Yedo Kurniawan, selaku Head of External Relation East Region menyampaikan program ini adalah bagian dari komitmen perusahaan membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya, sekaligus mendorong praktik sustainable living melalui pemulihan berbasis komunitas dan peningkatan produktivitas pasien ODGJ.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan ruang aman dan peluang untuk pasien ODGJ dapat kembali berdaya. Semoga bantuan yang kami berikan bisa menjadi manfaat untuk hidup yang lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Yedi Kurniawan.
Pada tahun 2025 ini, Pertagas OEJA memperkuat kolaborasi melalui kemitraan bersama psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, yaitu Ibu Ni Made Karinadevi Permata Jati, M.Psi. selaku Dosen dan Psikolog serta Jocelyn Faustina sebagai Mahasiswa Magister Psikologi. Kolaborasi ini menghadirkan layanan konseling, skrining kesehatan mental, serta pelatihan intensif untuk keluarga pasien dan kader kesehatan jiwa.
Dengan mengusung tema “Mendukung Bagian Dari Hidupku”, pelaksanaan konseling berlangsung secara rutin setiap hari Rabu selama bulan Mei. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari pasien Keswa, keluarga pasien, dan kader kesehatan jiwa dari berbagai desa di Kecamatan Tanggulangin.
Kegiatan konseling Pertagas OEJA, diharapkan berlanjut, berkembang, dan menjadi model replikasi bagi wilayah lain. (ist/dok)
Kecamatan Tanggulangin diketahui menempati peringkat kedua jumlah kasus gangguan jiwa tertinggi di Jawa Timur. Fakta ini menjadi latar belakang strategis pengembangan program berkelanjutan yang menyasar akar permasalahan sosial dan kesehatan di wilayah tersebut.
Tak hanya fokus pada aspek psikologis, Pertagas OEJA juga menunjukkan dukungan terhadap kemandirian ekonomi pasien melalui penyerahan bantuan peralatan produksi minuman herbal Jahe Pandan.
“Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung produktivitas pasien Keswa, mendorong pemulihan berbasis ekonomi, serta membuka peluang partisipasi sosial yang lebih luas di tengah masyarakat,” imbuh Yedo.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen dalam mendukung hak atas kesehatan mental sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Pertagas OEJA berharap program ini dapat terus berlanjut, berkembang, dan menjadi model replikasi bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa. (nov)









