Sambut Imlek, Pemkot Surabaya Tampilkan Pertunjukan Barongsai Hingga Potehi

oleh -1390 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Menyambut Imlek, Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) menyelenggarakan berbagai pagelaran seni dan budaya untuk dinikmati warga kota pahlawan secara gratis. Pementasan tersebut antara lain pementasan Barongsai, Leang Leong dan Wayang Potehi pada 21 Januari 2023 di Surabaya Town Square.

Direktur Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya (Disbudporapar) Wiwiek Widayati mengatakan pentas seni itu digelar di halaman tengah Alun-alun Surabaya dan gedung Balai Budaya. Warga Kota Surabaya dapat melihat pameran seni mulai pukul 15:00 WIB hingga 21:00 WIB.

Menyambut Tahun Baru Imlek pada 21 Januari 2023, Barongsai dan Leang Leong akan dipentaskan mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB di halaman tengah Alun-alun Surabaya. Sedangkan pementasan Wayang Poteh akan digelar di Gedung Balai Budaya mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB,” kata Wiwiek, Sabtu (21/1/2023).

Diakui Wiwiek, berbagai pagelaran seni budaya akhir pekan yang diselenggarakan bisa menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat kota pahlawan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menikmati pertunjukan seni dan budaya di Surabaya Square.

“Ayo warga Surabaya datang dan rasakan Pameran Seni dan Budaya Penyambutan Tahun Baru Imlek di Alun-Alun Surabaya. Semua pertunjukan seni dan budaya gratis alias gratis, jadi (silakan) hadir,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga menggelar berbagai pagelaran seni budaya lainnya setiap akhir pekan di bulan Januari 2023. Yakni, pada 28 Januari 2023, Musik Angklung akan tampil pada pukul 15.00 WIB-17.00 WIB di Alun-Alun Plaza Timur Surabaya.

“Dan pada tanggal 29 Januari 2023 akan ada pentas Srimulat di gedung Balai Budaya mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Pentas akhir pekan ini dapat disaksikan oleh masyarakat secara gratis,” ujarnya.

Baca Juga :  Bersama BUMN, Anggota DPR RI Ini Bersinergi Melawan Pandemi

Ia menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan instruksi Wali Kota Surabaya Eri Cahyad. Ia mendorong para seniman dan anak muda untuk memanfaatkan kompleks Alun-alun Surabaya, sebagai gelanggang remaja dan gedung Balai Budaya, sebagai pusat seni dan budaya. Itu sebabnya Disbudporapar Kota Surabaya menawarkan ruang bagi para seniman dan anak muda untuk mempresentasikan karyanya.

“Tentu saja mereka bisa berkreasi. Makanya kami sediakan ruang untuk menyalurkan kreasi mereka,” tutupnya. (pur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.