KILASJATIM.COM, Surabaya – Panitia Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya (GMS) 2025 memutuskan mengalihkan rute utama ke jalur alternatif melalui Jalan Raya Driyorejo, Gresik. Keputusan ini diambil untuk menghindari kemacetan akibat perbaikan Jalan Raya Trosobo, Sidoarjo, yang berpotensi mengganggu kelancaran gerak jalan tahunan tersebut.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, memastikan GMS 2025 tetap digelar pada 15 November 2025 dengan jarak tempuh 55 kilometer, dari Lapangan Surodinawan di Mojokerto hingga Tugu Pahlawan Surabaya. Ia mengingatkan peserta untuk memperhatikan kondisi fisik dan mematuhi batasan usia yang ditetapkan panitia.
“Kegiatan ini menuntut kehati-hatian karena jaraknya cukup jauh, jadi jangan memaksakan diri,” ujar Hadi.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, GMS diprediksi kembali menyedot ribuan peserta, baik individu maupun kelompok, serta menarik perhatian masyarakat yang biasanya memadati sejumlah ruas jalan untuk memberi dukungan.
Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, Dispora Jatim mengimbau pengguna jalan yang tidak berkepentingan agar menghindari jalur yang dilewati peserta selama kegiatan berlangsung.
Melalui unggahan resminya, Dispora Jatim juga merilis rute lengkap yang telah disesuaikan. Dari Mojokerto, peserta bergerak melalui kawasan Surodinawan–Prajurit Kulon–Tribuana Tungga Dewi–Brawijaya–Hayam Wuruk–Mayjen Sungkono–Jati Kulon–Raya Ijen–Bypass Mertek Jampirogo–Mlirip. Rombongan kemudian melintasi Krian menuju Legundi, Krikilan, Semambung, dan Driyorejo hingga Bambe.
Memasuki Surabaya, rute berlanjut melalui Karang Pilang Barat, Mastrip, Joyoboyo, Gunungsari, Wonokromo, Diponegoro, Pasar Kembang, Kedung Doro, Blauran, Bubutan, Kebun Rojo, dan berakhir di Jalan Pahlawan sebagai garis finis.
Dengan perubahan rute dan penyesuaian pos ini, panitia berharap pelaksanaan GMS 2025 berjalan aman, tertib, dan tetap nyaman bagi peserta maupun pengguna jalan.(cit)







