Rupiah Menguat Setelah Sepekan Melemah

oleh -481 Dilihat

Foto – Ilustrasi

KILASJATIM.COM, Jakarta – Nilai tukar rupiah akhirnya menguat pada penutupan perdagangan hari ini setelah hampir sepekan tertekan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,13 persen atau 21 poin menjadi Rp16.707 per dolar AS.

Menurut Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, penguatan rupiah tak lepas dari sentimen positif global menyusul kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan Amerika Serikat.

“Suasana pasar secara umum konstruktif setelah kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah Amerika Serikat. Kondisi ini meredam kenaikan harga emas lebih lanjut,” ujar Ibrahim, Jumat (14/11/2025).

Di sisi lain, sinyal kebijakan moneter dari bank sentral AS kembali menekan sentimen pelaku pasar. Presiden The Fed Boston, Susan Collins, menepis ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Ia menyebut terdapat “standar yang relatif tinggi untuk pelonggaran tambahan dalam waktu dekat”.

Collins juga menyoroti inflasi yang menurutnya harus benar-benar berada di jalur menuju target 2 persen sebelum The Fed mempertimbangkan penurunan suku bunga lanjutan.

Akibat komentar tersebut, pelaku pasar mengurangi probabilitas pemangkasan suku bunga. CME FedWatch Tool menunjukkan pasar kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada Desember sebesar 53 persen, turun dari 63 persen sebelumnya.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menilai pemerintahan Prabowo Subianto terus memperkuat disiplin fiskal dan stabilitas makro sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Arah kebijakan ekonomi tersebut dinilai membantu posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di kawasan Asia.

“Doktrin stabilitas makroekonomi Prabowo mengombinasikan kehati-hatian fiskal, pengendalian inflasi, serta ekspansi industri jangka panjang. Doktrin ini telah mendorong proyeksi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5–5,8 persen pada tahun ini,” kata Ibrahim.

Baca Juga :  Di COP28 Dubai, PLN Ajak Komunitas Global Kolaborasi Wujudkan Energi Bersih

Pengembangan kebijakan ekonomi yang lebih terstruktur ini dinilai menjadi salah satu faktor penopang kepercayaan pasar, ikut mendukung penguatan rupiah di akhir pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.