Rupiah Dibuka Melemah pada Perdagangan Hari Ini

oleh -349 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Mata uang rupiah dibuka melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah melemah setelah minimnya sentimen dari dalam negeri.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin, 4 Maret 2024, turun dua poin atau 0,01 persen menjadi Rp15.706 per USD dari penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp15.704 per USD.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi inflasi pada bulan Ramadan, yang umumnya terjadi kenaikan harga pada momen tersebut.

“Dari data historis perkembangan inflasi, pada momen Ramadan selalu terjadi inflasi,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah di Jakarta, Jumat, 1 Maret 2024.

Umumnya, komoditas yang banyak menyumbang inflasi pada Ramadhan adalah komoditas pangan, seperti daging ayam ras yang memberikan andil inflasi 0,06 persen pada April 2021, 0,09 persen pada April 2022, dan 0,01 persen pada Maret 2023. Kemudian, minyak goreng memberikan andil 0,01 persen dan 0,19 persen pada April 2021 dan 2022.

Sementara itu, komoditas pangan menjadi faktor penyebab inflasi pada Februari 2024. Inflasi bulanan Februari tercatat sebesar 0,37 persen (month-to-month/mtm), dengan inflasi harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 1,53 persen, memberikan andil lebih tinggi (0,25 persen) dibanding komponen lainnya yaitu inflasi inti (0,09 persen) dan inflasi harga diatur pemerintah (0,03 persen).

Indeks dolar AS turun

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang utama, turun 0,07 persen menjadi 103,79 pada awal perdagangan Asia, membawanya lebih dekat ke bagian bawah kisaran 103,43 hingga 104,97 pada bulan lalu.

Hal ini juga membebani imbal hasil treasury, menghilangkan dukungan tambahan terhadap dolar, dengan imbal hasil acuan obligasi 10-tahun turun ke level 4,178 persen untuk pertama kalinya dalam dua minggu. Imbal hasil mencapai sekitar 4,19 persen pada Senin.

Baca Juga :  Indonesia Dukung Terbentuknya Global Water Fund di World Water Forum ke-10

Ahli Strategi Westpac menulis dalam catatan kliennya menuturkan pengujian kisaran support menjelang rilis data makro utama minggu ini serta kesaksian tahunan Ketua Fed Jerome Powell kepada Kongres AS. Investor menantikan pembacaan ISM manufaktur dan jasa pada hari Selasa serta gaji bulanan pada Jumat.

Sebagian besar ekonom memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Juni. Namun ekonom mengharapkan petunjuk tambahan mengenai waktunya dari konferensi pers kepala bank sentral Christine Lagarde.

Sementara itu, dolar turun 0,09 persen menjadi 149,99 yen. Gubernur BOJ Kazuo Ueda pada akhir pekan lalu menyatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan target inflasi bank sentral hampir terpenuhi. (bbs/nic)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.