Rumah Zakat  Salurkan Air Bersih dan SuperQurban ke Pengungsi Bencana Gunung Semeru dan  Gunung Ile Lewatolok

oleh -37 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya –  Tim Rumah Zakat berkolaborasi untuk membantu BPBD Lumajang menyalurkan air bersih. Penyaluran dilakukan di daerah supiturang dan sumbersari.

Air bersih yang menjadi kebutuhan sehari-hari kini sulit di peroleh oleh warga yang terdampak awan panas guguran gunung api semeru, kesulitan warga memperolah air bersih ini terjadi karena saluran air yang berada di atas tertutup oleh awan panas guguran gunung api semeru.

Dalam giat hari ini tim Rumah Zakat Action menurunkan 9 personil yang dibagi menjadi 2, untuk kelompok pertama terjun dalam giat penyaluran air bersih untuk kelompok kedua meluncur menuju posko kamar kajang untuk menyerahkan 40 kaleng kornet superqurban.

Sementara itu, Kondisi pengungsi Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur masih menempati posko-posko dan rumah-rumah warga. Pada posko-posko Pemerintah, kebutuhan-kebutuhan pangan dan kebutuhan pribadi sudah banyak yang terpenuhi. Hal ini berbanding terbalik dengan pengungsi yang mendiami posko-posko mandiri atau rumah keluarga serta pondok-pondok yang dibangun sendiri.

Hal ini terjadi karena kondisi fisik mereka yang renta sebab lanjut usia. Mereka memilih untuk mendiami rumah keluarga karena kondisi di Posko yang terbuka dan berdesak-desakan. Maka dari itu tidak jarang para pengungsi yang mendiami rumah keluarga dan pondok-pondok yang dibangun sendiri tidak tersentuh atau minimnya mendapatkan bantuan.

Lusia Lelu, wanita berusia 62 tahun. Salah satu warga Desa Waipukang Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata-NTT. Wanita paruh baya itu harus bersusah payah mendirikan pondok ditengah perkebunan warga untuk dijadikan tempat pengungsian saat erupsi gunung Ile Lewotolok.

Saat erupsi terjadi 29 November 2020, beliau masih berada dalam Gereja melakukan Misa. Beliau harus berlari tunggang langgang menyelamatkan diri bersama warga lainnya. Tidak ada apapun yang dibawa selain pakaian yang dikenakan saat itu. Dirinya juga kehilangan kontak bersama adiknya selama 2 hari karena panik saat erupsi terjadi.

Saat ini dirinya bersama adiknya yang berusia hampir sama dengan dirinya berada di sebuah pondok kecil berukuran 1,5 meter yang dibangun sendiri ditengah perkebunan warga. Dinding berlapiskan kayu-kayu bekas dan terpal yang dipinjam dari warga-warga setempat serta atap pondok yang diambil dari daun pohon lontar.

Selama kurang lebih dua minggu, dirinya bersama adiknya harus bertahan hidup dalam kekurangan dipondok kecil itu. Saat malam tiba mereka harus menahan dinginnya malam karena belum memiliki selimut dan tikar. Bantuan pun sampai saat ini belum mereka rasakan karena kurangnya sepengetahuan pemerintah dan susahnya akses menuju ke pondok tempat tinggal mereka.

Rumah Zakat Action Menyalurkan Logistik.

Setelah mendapatkan informasi dari rekan lapangan. Hari Kamis 10 Desember 2020, Rumah Zakat Action kembali menyalurkan 22 paket logistik berupa sembako, tikar, selimut, highent kits, serta pampers kepada pengungsi erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata-NTT.

Penyaluran tersebut diberikan secara langsung kepada setiap kepala keluarga yang berada di posko-posko mandiri dan pondok-pondok. Kegiatan aksi dilakukan pada pukul 11:00 WITA sampai selesai dengan menyusuri setiap lorong dan kebun-kebun. Penerima bantuan masing masing dari desa  Waipukang (4 kk) Tanjung batu (9 kk),  Muruona (4 kk), Lamagote (5 kk) . (kj4)

No More Posts Available.

No more pages to load.