Rumah Zakat Jawa Timur Target 17,500 Kaleng Daging Kurban Dari 230 Donatur di Idul Adha 1441 H.

oleh

Listanto (kanan), Kepala Rumah Zakat Perwakilan Area Jawa Timur, di Surabaya Rabu, (01/07/2020)

KILASJATIM.COM, Surabaya –
Jelang Idul Adha, Goncangan ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih berlanjut, hal ini menyebabkan PHK hingga menurunnya tingkat pendapatan masyarakat.

Ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu ini, Rumah Zakat ingin memberikan peluang kepada masyarakat terdampak pandemi untuk menjadi produktif melalui ‘Duta Qurban’.

Dengan menjadi Duta Qurban
masyarakat akan mendapatkan pendapatan tambahan dari penjualan program qurban untuk kebutuhan ibadah pekurban Rumah Zakat.

“Selain untuk mensyiarkan kebermanfaatan qurban sebanyak-banyaknya, melalui Duta Qurban ini kita sekaligus ingin menggerakan kembali perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19” ujar Nur Efendi, CEO Rumah Zakat.

Di Jawa Timur sendiri Rumah Zakat mentargetkan 230 donatur dengan rincian sebanyak 213 ekor Kambing dan 51 ekor Sapi untuk tahun 1441 Hijriyah. Selama Januari hingga Mei 2020, Rumah Zakat secara Nasional telah menyalurkan 146.518 kaleng Superqurban untuk bencana, rawan gizi dan konflik kemanusiaan. Di Jawa Timur sendiri sudah sebanyak 3.789 kaleng untuk daerah bencana (banjir Bondowoso, banjir Lamongan dan musibah kebakaran hingga bulan Mei 2020.

“Di masa peralihan New Normal ini, protap kesehatan Covid-19 tetap berlaku. Malah ada anjuran dari Kementan, Kemenag dan MUI membatasi penyembelihan hewan qurban. Namun bukan berarti kita tidak bisa qurban. SuperQurban bisa jadi salah satu solusi, hewan qurban sesuai syariah, penyembelihan hewan di RPH, jagalnya memakai APD, daging qurban diolah sehingga bisa tahan lama dan penyaluran lebih luas.” kata Listanto, Kepala Rumah Zakat Perwakilan Area Jawa Timur, Rabu (01/07/2020)

Beragam kemudahan dan benefit yang menarik akan ditawarkan untuk para Duta Qurban. Adapun Untuk bergabung menjadi Duta Qurban masyarakat tinggal mengakses https//dutaqurban.rumahzakat.org/ lalu ikuti alur dan persyaratan yang ada di halaman tersebut.

Rumah Zakat Jawa Timur mendemokan masak daging rendang dalam.kemadan kaleng  dengan cara yang sangat mudah.

Program kurban jadi salah satu kegiatan yg banyak dibicarakan masyarakat terkait ketahanan pangan. Covid-19 yang menjadi pandemi global tidak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga pada ekonomi, sosial hingga ancaman krisis pangan dunia.

FAO (Food and Agriculture Organization) atau Organisasi pangan PPB merilis laporan bahwa pademi Covid-19 bisa mengakibatkan ancaman serius terhadap ketahanan pangan dan nutrisi. Goncangan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemik mengancam ekonomi dan akses terhadap makanan.

“Rumah Zakat sejak tahun 1998 sudah mengolah daging kurban adi makanan olahan berupa.kornet dan rendang yang bisa tahan jingga 3 tahun. Distribusi daerah pandemi sebagai solusi yang sangat membantu,” jelasnya.

Proses pengolahan dilakukan secara profesional di peternakan di NTB dan di Probolinggo dengan berdayakan peternak lokal dan dipotong sesuai syariah mengenakan standar APD lengkap meski dilakukan sebelum pandemi. Kerjasama dengan pabrik kemasan berstandart internasional yang menyiapkan hewan kurban seluruh Indonesia di 55 perwakilan distribusi jangkau daerah pelosok se indonesia (kj2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *