RS Pura Raharja Siap Berbenah, Target Naik Tipe C

oleh -182 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandai dimulainya babak baru pengelolaan RS KORPRI Jawa Timur Pura Raharja, Surabaya, Jumat (9/1/2026). Rumah sakit yang lahir dari semangat gotong royong aparatur sipil negara (ASN) itu kini diproyeksikan berkembang menjadi rumah sakit rujukan dengan tata kelola profesional dan transparan.

Momentum tersebut ditandai melalui tasyakuran yang digelar di kompleks RS Pura Raharja, Jalan Pucang Adi. Dalam acara itu, Khofifah memotong tumpeng secara simbolis dan menyerahkannya kepada CEO RS Pura Raharja, Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS, serta kepada mantan Sekretaris Daerah Jawa Timur Akhmad Sukardi, yang juga pengurus Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

Khofifah menegaskan, tasyakuran bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Ia mengingatkan bahwa RS Pura Raharja memiliki nilai historis yang kuat karena didirikan dari iuran dan pengabdian anggota KORPRI Jawa Timur di masa lalu. Menurutnya, rumah sakit ini merupakan bentuk amal jariah yang manfaatnya terus mengalir bagi masyarakat.

“Rumah sakit ini lahir dari pengabdian anggota KORPRI dan didedikasikan untuk masyarakat. Ini bagian dari ikhtiar menanam amal jariah yang berkelanjutan,” kata Khofifah.

Untuk menjaga keberlanjutan tersebut, Khofifah menekankan pentingnya profesionalitas dan transparansi pengelolaan. Ia memastikan audit menyeluruh akan dilakukan sebagai pijakan penguatan tata kelola rumah sakit.

Audit itu meliputi kelaikan bangunan, kesiapan dan kecukupan peralatan medis, hingga audit keuangan guna memastikan pengelolaan yang akuntabel. “Audit ini dilakukan untuk kebaikan bersama agar rumah sakit dikelola sesuai standar yang benar,” ujarnya.

Baca Juga :  Polsek Sukolilo Amankan ART Curi Uang Majikan Hingga Jutaan

Khofifah juga mengaku terkesan dengan suasana rumah sakit dan kesiapan tenaga medis. Ia menilai RS Pura Raharja memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi rumah sakit rujukan dengan layanan bertaraf internasional, tidak hanya dari sisi fisik bangunan, tetapi juga mutu layanan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Timur Adhy Karyono menjelaskan, tasyakuran digelar setelah status RS Pura Raharja kembali ditegaskan sebagai rumah sakit milik KORPRI Jawa Timur yang dikelola oleh Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

“Status kepemilikan sudah kita tegaskan kembali, sekaligus penunjukan CEO dan jajaran direksi yang baru,” kata Adhy.

Menurut Adhy, pembenahan rumah sakit akan dilakukan bertahap, diawali dengan audit bangunan, peralatan medis, dan keuangan. Tahap selanjutnya difokuskan pada pengembangan fasilitas, termasuk penambahan gedung rawat jalan dan peningkatan kapasitas tempat tidur.

Selain penguatan infrastruktur, RS Pura Raharja juga menargetkan peningkatan kualitas layanan medis. Pengembangan layanan spesialis, peningkatan peralatan kesehatan, hingga layanan home care masuk dalam agenda ke depan.

RS Pura Raharja ditargetkan naik status menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C, dengan tetap mempertahankan layanan unggulan yang selama ini dikenal kuat, khususnya layanan ibu dan bayi, serta memperluas cakupan spesialisasi lainnya.

Dengan fondasi sejarah pengabdian, pembenahan tata kelola, dan arah pengembangan yang jelas, RS KORPRI Jatim Pura Raharja diharapkan tumbuh menjadi institusi layanan kesehatan yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan di Jawa Timur. (FRI) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.