RS Adi Husada Undaan Miliki Alat PCR, Putus Mata Rantai Penyebaran Covid 19

oleh -3.172 views

Alat Pemeriksaan  Biomolekular PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk menguji sample swab yang dimiliki RS Adi Husada Undaan

KILASJATIM.COM, Surabaya – Rumah Sakit Adi Husada Undaan yang ditunjuk pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu RS rujukan Covid-19 di Surabaya melakukan upaya dengan melengkapi pemeriksaan covid-19,mulai dari Rapid Test, PCR, CT Scan Thorax, Rontgen Thorax, dan lainnya.

Pada Selasa (09/06/2020) Rumah Sakit yang berlokasi di Jl Undaan Wetan ini mengenalkan peralatan terbarunya yakni pemeriksaan PCR lengkap dengan laboratorium untuk menguji sample swab.

Direktur RS Adi Husada Undaan Wetan, dr Irawati Marga, MRAS mengatakan adanya alat PCR ini melengkapi dari peralatan medis yang dimiliki RS Adi Husada Undaan sebelumnya.

“Adanya tambahan alat PCR ini maka semua pemeriksaan untuk covid-19 bisa dilakukan di rumah sakit ini dalam satu lokasi. Termasuk pemeriksaan swab, kami sudah punya alatnya yang dilengkapi dengan labnya. Jadi tidak perlu lagi dikirim kemana-mana semuanya dikerjakan disini,” ujar Irawati Marga, dalam komperensi pers di RS Adi Husada Undaan, Selasa (09/05/2020)

Pemeriksaan swab dengan alat PCR ini diprioritaskan kepada pasien dengan kondisi gawat dan orang-orang yang kontak erat dengan positif covid-19.
Pemeriksaan PCR untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menegakkan diagnosa pasti penyakit ini.

Pemeriksaan Biomolekular PCR (Polymerase Chain Reaction). adalah pemeriksaan laboratorium berbasis molekuler untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus. Prosedur untuk pemeriksaan tersebut adalah dengan mengambil sample dengan cara swab melalui lubang hidung dan rongga mulut.

Melalui pengadaan pemeriksaan PCR ini, kami berharap dapat terus meningkatkan pelayanan kami kepada pasien-pasien kami dan menjadi bermanfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Kami berusaha untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan protokol kesehatan agar tidak terjadi cross infection. Di pelayanan Rawat Inap,” imbuhnya.

Rumah sakit ini juga menyediakan ruangan isolasi sebanyak 71 ruangan, di antaranya ada yang bertekanan negatif, memiliki ruangan ICU isolasi dengan tekanan negatif. Selain itu, ada juga ruang isolasi yang memiliki fasilitas pelayanan Hemodialisa.
Selain itu juga mempersiapkan ruang operasi yang bertekanan negatif, sehingaa pasien COVID-19 yang memerlukan pembedahan darurat dapat dilayani. Ruangan isolasi.

“Kami siapkan di blok tersendiri sehingga jalur pasien COVID-19 dan non COVID-19 terpisah,” urai Irawati seraya menambahkan kita bisa menemukan orang yang confirm covid-19 sedini mungkin, pencegahan dan penyebaran bisa dilakukan dengan cepat, mengurangi angka kematian. Makin terlambat makin susah diobati, makin menyebar tanpa bisa dikendalikan,” katanya.

Ditanya biaya pemeriksaan PCR, disebutkan dikisaran Rp1 juta. Pihak RS Adi Husada Undaan Wetan belum bisa memberikan secara gratis karena biaya operasional yang cukup tinggi.

Alat PCR ini berkapasitas 96 sample satu kali shifnya. Namun, untuk persiapan dan running alat, kemungkinan alat ini bisa mengerjakan 80 sample dalam satu kali shiftnya.

“Untuk hasilnya berapa lama, tergantung dari jumlah sample yang diuji. Itung-itungannya begini, dalam satu hari yang datang 300, maka yang 80 pertama akan selesai besok, yang 220 akan selesai besoknya lagi dan lusa. Jadi, ini tergantung sample yang diterima,” paparnya.

dr Irawati Marga MRAS , Direktur RS Adi Husada Undaan (Tengah) saat memberi penjelasan kepada media di Surabaya Selasa (09/06/2020)

Sebelmnya RS Adi Husada Undaan telah mengembangkan layanan Aplikasi Pendaftaran Online agar pasien dapat mengurangi waktu bertemu dengan pasien/pengunjung lain, menghemat waktu tunggu dan memberi kepastian pelayanan.

Saat ini untuk pelayanan Rawat Jalan, telah mengembangkan pelayanan kesehatan baru berbasis daring, atau yang lebih dikenal dengan Telemedicine. Dengan layanan ini, pasien tidak perlu lagi untuk bertatap muka langsung dengan dokter dan obat pun langsung diantar ke rumah masing-masing.Dengan cara ini pasien dapat menghemat waktu di rumah sakit dan mengurangi risiko terpapar penyakit lainnya. (kj2)

No More Posts Available.

No more pages to load.