Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Intan, Pelindo III Dukung Cilacap Jadi Pusat Logistik

oleh

foto : Istimewa

Cilacap, kilasjatim.com: Pelabuhan Tanjung Intan di Kabupaten Cilacap merupakan gerbang logistik penting untuk pengangkutan laut di pantai selatan Jawa. Cilacap memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat logistik bagi kawasan Jawa bagian selatan. Karena selain pelabuhan, juga terkoneksi dengan jalur darat jaringan jalan dan rel kereta, serta juga Bandar Udara Tunggul Wulung.

Pelindo III telah menyelesaikan proyek revitalisasi dermaga multipurpose 1, Pelabuhan Tanjung Intan yang dikelolanya. Revitalisasi fasilitas tersebut diproyeksikan untuk meningkatkan daya saing logistik Cilacap dan kawasan sekitarnya, agar semakin menarik di mata pelaku industri. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, di sela acara peresmian dermaga, Minggu (25/2).

“Inisiatif Pelindo III untuk merevitalisasi dermaga Pelabuhan Tanjung Intan sangat diapresiasi, karena telah berperan aktif dalam pembangunan Kabupaten Cilacap. Selain itu juga bernafaskan sinergi dan sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antardaerah di kawasan selatan Jawa,” ungkap Tatto Suwarto Pamuji.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pelabuhan Tanjung Intan memiliki potensi lahan pelabuhan yang masih luas guna pengembangan industri. Termasuk untuk pengembangan potensi perdagangan ekspor-impor. Peningkatan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Intan, diharapkan dapat memaksimalkan potensi dan posisi wilayah yang strategis. Khususnya untuk mengejar ketimpangan pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa bagian selatan, dibandingkan wilayah utara. Karena hampir 95 persen kegiatan angkutan laut ada di pesisir utara Jawa.

CEO Pelindo III, Ari Askhara, pada acara yang sama, memaparkan, sebelumnya dermaga multipurpose 1 hanya cukup untuk disandari 2 kapal besar. Kini sudah dapat disandari oleh 3 kapal besar yang berukuran panjang lebih dari 180 meter dalam waktu bersamaan. Perpanjangan dermaga multipurpose 1 sangat mendukung untuk memenuhi kebutuhan pasar. Karena tercatat arus kunjungan kapal (ke Pelabuhan Tanjung Intan) tahun 2017 melonjak 29 persen dan arus barang juga meningkat 10 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Revitalisasi ini membuat aktivitas penyandaran kapal dan bongkar muat barang akan semakin cepat dan efisien. Perpanjangan dermaga multipurpose 1 akan dipergunakan untuk bongkar muat kapal-kapal bermuatan komoditi curah kering, seperti batu bara, raw sugar, kedelai, gypsum, klinker, dan alat-alat proyek,” jelas Ari Askhara.

Sebagai perbandingan, sebelumnya tambatan 4 dermaga multipurpose 1 berukuran panjang 71,5 meter dan lebar 17,5 meter, dengan daya dukung 3 ton per meter persegi. Proyek revitalisasi menambah ukuran dermaga menjadi sepanjang 91,8 meter dan lebar 33,8 meter. Serta tidak tanggung-tanggung dengan memilih penggunaan konstruksi pondasi tiang pancang baja berdaya dukung 3,5 ton per meter persegi.

“Dengan daya dukung konstruksi yang baru, dermaga dapat dilengkapi jalur rel crane untuk alat bongkar muat HPC (harbour portal crane) yang rencananya akan dipasang pada tahun 2019. Penambahan alat bongkar muat akan semakin meningkatkan kerja bongkar muat. Tentunya akan meningkatkan efisiensi biaya bagi para pengguna jasa,” jelas Ari Askhara lagi.

Sebelumnya telah ramai diberitakan, pemerintah tengah mengkaji untuk membuka jalur pelayaran perintis yang menghubungkan antarkota di kawasan Jawa bagian selatan. Wacana dari 11 pemerintah daerah tersebut ditujukan untuk memacu arus perdagangan, sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat. Selama ini ketimpangan pertumbuhan kesejahteraan di selatan yang relatif masih tertinggal dari kawasan utara Pulau Jawa terus diupayakan untuk dikurangi. Salah satu wujud nyatanya yakni sinergi pemerintah pusat, daerah, dan BUMN untuk bersinergi membangun negeri melalui efisiensi mata rantai logistik. KJ2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *