Ramadan 1444 H, PGN Catatkan Konsumsi Gas Rumah Tangga dan UMKM Naik Hingga 15%

oleh -772 Dilihat

General Manager Sales & Operation III PGN, Edi Armawiria, memaparkan kepada media di Surabaya, Rabu (29/3/2013) (kilasjatim.com/nova) 

KILASJATIM. COM, Surabaya – Momen Ramadan memicu peningkatan konsumsi bahan bakar gas untuk rumah tangga (RT) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), karena ritme aktifitas memasak masyarakat yang meningkat di siang maupun malam hari.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Sales & Operation Region III mencatat, ada peningkatan konsumsi gas sebesar 10% hingga 15% di sektor RT maupun UMKM, terutama yang bergerak di bidang makanan selama momen Ramadan dan Lebaran ini.

General Manager Sales & Operation III PGN, Edi Armawiria mengatakan, rata-rata konsumsi gas PGN di sektor RT pada hari normal mencapai 12 – 13 m3/bulan per pelanggan atau setara 12 kg tabung gas. Sedangkan konsumsi gas UMKM sekitar 50 m3/bulan per UMKM.

“Saat Ramadan minggu pertama sudah mulai ada kenaikan, baik segmen UMKM khususnya bidang makanan dan minuman, serta RT karena umumnya rumah tangga aktif memasak untuk persiapan sahur dan buka,” ujar Edi saat Sosialisasi Rencana Kerja Media Komunikasi Publik di Surabaya, Rabu (29/3/2023).

Ditambahkan , kenaikan konsumsi gas juga terjadi pada sektor industri terutama berbasis makanan yang umumnya mulai menggenjot produksinya sebelum ada libur Lebaran.

“Semua kegiatan akan meningkat ketika Ramadan, tetapi pada saat H-7 Lebaran biasanya konsumsi gas justru agak menurun karena industri banyak yang libur,” kata Edi seraya menambahkan, untuk memastikan suplai gas ke konsumen melalui jaringan PGN terjamin, pihaknya telah menyiapkan program siaga PGN yang telah dimulai sejak awal Ramadan.

Baca Juga :  BI Jatim Tutup Layanan Drive Thru Penukaran Uang 2023 Capai Rp 60 Miliar

“Setiap hari besar keagamaan, maupun momen tahun baru, kami lakukan siaga khusus untuk menjamin penyediaan energi karena gas ini juga digunakan untuk rumah tangga, industri dan transportasi. Siaga dilakukan dengan pengecekan jaringan, perbaikan, dan pemantauan agar tidak ada gangguan dalam suplainya,” imbuhnya.

Khusus saat H-7 sampai H+7, akan ditingkatkan lagi karena kebutuhan gas trasportasi dengan kebutuhan BBM transportasi berbalik. “H-7 sudah mulai turun, siaga lebih pada menjaga ketahanan infrastruktur karena konsumsi menurun,” tutup Edi. (nov)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.