PWI Ngawi Laporkan Dugaan Intimidasi Wartawan di Dapur SPPG Mantingan ke Polisi

oleh -621 Dilihat

KILASJATIM.COM, Ngawi – Dapur SPPG Mantingan mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan intimidasi terhadap sejumlah wartawan saat meliput peristiwa di lokasi tersebut. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ngawi mengambil langkah tegas dengan melaporkan kasus itu ke Polres Ngawi pada Jumat (6/12/2025).

Ketua PWI Ngawi, Zainal Abidin, memimpin langsung kedatangan rombongan jurnalis ke kantor polisi. Ia menegaskan bahwa laporan tersebut diajukan untuk memastikan perlindungan terhadap keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas.

“Perbuatan oknum itu jelas masuk pidana. Ada ancaman fisik, ada paving di tangan. Kami sepakat melaporkannya,” ujar Zainal. Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak membuka ruang mediasi dalam kasus ini.

“Kami tidak menerima perdamaian. Ini bukan cuma soal profesi, tapi soal keselamatan dan martabat pers,” tegasnya.

PWI Ngawi juga meminta kepolisian menindaklanjuti dugaan intimidasi tersebut sesuai ketentuan UU Pers dan aturan pidana yang relevan. Selain itu, mereka mengusulkan agar dapur SPPG Mantingan ditutup sementara waktu selama proses penyidikan berlangsung, guna memastikan barang bukti tidak terganggu.

“Kami berharap dapur SPPG ditutup sementara agar penyidikan tidak dihalangi dan barang bukti aman,” kata Zainal.

Kasus Dugaan Keracunan Massal Masih Diselidiki

Di tengah penyelidikan dugaan intimidasi terhadap wartawan, otoritas kesehatan masih menelusuri kasus terpisah berupa dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah pelajar setelah mengonsumsi makanan dari lokasi yang sama. Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi tengah meneliti sampel makanan untuk memastikan penyebab keluhan mual, muntah, pusing, hingga diare yang dialami para siswa.

Dua kejadian yang berlangsung di lokasi sama membuat publik menaruh perhatian besar terhadap aktivitas di SPPG Mantingan. PWI Ngawi menyatakan akan terus mengawal proses hukum agar kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan dapat ditangani dengan tuntas dan transparan.(ara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga :  PGN Ajak Jurnalis Rasakan Sensasi Naik Taksi BBG

No More Posts Available.

No more pages to load.