PPKM, Penyerapan Konsumsi BBM Alami Penurunan 20 Persen

oleh

Section Head Communication Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sejak pemerintah menerapkan
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tanggal 3-20 Juli 2021, dirasakan penyerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa tenggara (Jatimbalinus) ikut berpengaruh .

Disampaikan Section Head Communication Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam hal ini Pertamina sudah memprediksi konsumsi masyarakat akan mengalami penurunan..

” Hal ini sama.seperti saat dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi tahun lalu, PT Pertamina Marketing Region Jatimbalinus memprediksikan penurunan konsumsi BBM, saat PPKM penurunan juga sama yakni sekitar 20 persen hingga 25 persen dari konsumsi normal,” ujar Ahad saat bincang santai secara daring dengan media di Surabaya, Rabu (14/7/2021).

Sementara untuk konsumsi elpiji, justru mengalami kenaikan meski relatif kecil. Kenaikan terjadi di sejumlah daerah seperti di Surabaya, Lumajang dan Jember di kisaran sekitar 1 persen dibanding hari biasa.

“Kami memperkirakan kenaikan elpiji sepanjang PPKM Darurat bisa mencapai 8 persen hingga 10 persen, seperti pada saat pemberlakuan. PSBB. Masyarakat tidak perlu panik karena kami sudah mengantisipasi dengan penambahan stok untuk memenuhi kebutuhan terhadap warung dan rumah makan,” imbuhnya.

Pada hari biasa konsumsi BBM masyarakat Jatim mencapai 3.130 Kilo Liter (KL) atau sekitar 3,1 juta liter per hari. Sedangkan untuk konsumsi elpiji masyarakat Jatim di hari normal mencapai 4.370 Metrik Ton (MT) per hari.

Terkait penyekatan dan penutupan di pintu masuk sejumlah daerah, Ahad menegaskan tidak menjadi kendala. Ia memastikan distribusi BBM dan elpiji tetap aman dan tidak ada kekurangan pasokan.

“Karena BBM dan elpiji ini kan sektor esensial, maka Pertamina sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian. Dan mobil Tanki yang digunakan sudah diberi tanda, ada logo dan ada nama pangkalan serta agennya,” papar Ahad.

Untuk memastikan kelancaran distribusi BBM dan elpiji, penyaluran tidak dilakukan disaat jam sibuk seperti pagi disaat banyak masyarakat yang beraktifitas. Penyaluran Rata-rata dilakukan pada malam hari sebelum subuh.

“Pada jam-jam tertentu saat trafik padat, kami tidak dilakukan penyaluran, penyaluran kami lakukan saat malam hari agar tidak terkena macet saat melakukan distribusi,” ungkapnya. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *