Polda Amankan 14 Mobil Mewah dari Wilayah Surabaya dan Malang  

oleh
Salah satu mobil mewah yang diamankan Polda Jatim.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengamankan total 14 mobil mewah yang diduga tidak dilengkapi surat-surat hingga menunggak pajak. Belasan mobil tersebut diamankan dari wilayah Surabaya dan Malang yang disita sejak Jumat (13/12) sore. Belasan mobil mewah itu, yakni 5 Ferrari, 3 McLaren, 2 Porsche, 1 Aston Martin, 1 Lamborghini, 1 Mini Cooper dan 1 Nissan GTR 1.

“Saya sampaikan kepada media, saya didampingi oleh dari Bapenda, dari Dirlantas dan dari Wadir Krimsus kami akan menyampaikan terkait dengan beberapa hal yang kemarin ini kita melakukan kegiatan mengamankan kendaraan-kendaraan mewah,” kata Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, Senin (16/12).

Luki merinci mobil-mobil ini mulai dari McLaren, Ferrari, Lamborghini hingga Porsche. Luki menyebut kemungkinan mobil yang diamankan ini akan bertambah. “Kami mengamankan ada 14, bisa berkembang data nanti bisa ditanya kan, ada banyak sekali kendaraan yang ada di wilayah Jawa Timur nanti datanya bisa disampaikan oleh Bapenda,” paparnya.

BACA JUGA: Ratusan Mobil Mewah di Jatim Tunggak Pajak Senilai Rp 10 Miliar

Tak hanya itu, pengamanan pada mobil-mobil mewah yang tak dilengkapi surat ini dilakukan usai menemukan kasus Lamborghini terbakar di Surabaya. “Ini berawal dari kejadian adanya kebakaran, mobil terbakar yang dikendarai oleh masyarakat atau sosialita yang di hari Senin minggu yang lalu, dari situ tim dari Polda Jawa Timur bekerja sama dengan Polrestabes melakukan pemeriksaan,” lanjut Luki.

Saat itu, pemilik mobil berwarna merah dan emas ini tak bisa menunjukkan surat-surat. Sehingga polisi terpaksa harus mengamankan mobil tersebut dan memanggil pemilik kendaraan untuk dimintai keterangan.

Pengamanan mobil-mobil tersebut dilakukan di Jalan raya hingga menghampiri rumah-rumah pemilik kendaraan. “Diperoleh hasil pengembangan ini kami mengamankan beberapa kendaraan yang ada di belakang kami itu dari hasil di Jalan Raya, kita mengambil yang dilakukan oleh lalu lintas dan reserse yang mana tidak membawa surat-surat dan juga ada kita melakukan door to door terkait dengan informasi yang berkembang di masyarakat adanya kendaraan,” pungkasnya. (kominfo/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *