PLTU, PJB Gabungkan Organisasi 2 Unit Pembangkit, Efisiensi dalam Pengelolaan

oleh -115 Dilihat

KILASJATIM. COM, Surabaya – Dua Unit Pembangkit yang dikelola oleh PT PJB resmi melakukan penggabungan struktur organisasi atau merger. Kedua unit tersebut adalah PLTU Paiton 1-2 dan PLTU Paiton 9.

Direktur Utama PT PJB, Gong Matua Hasibuan menyampaikan bahwa ke depannya jika _strategic holding_ tercapai, Kantor Pusat akan memfokuskan pada peranan strategis, seperti perencanaan pengembangan bisnis, monitoring, dan evaluasi atas kegiatan operasional yang dilakukan oleh anak perusahaan dan unit pembangkit.

“Penggabungan organisasi ini akan semakin membuat PT PJB lebih efisien dan efektif dalam mengelola unit pembangkit dari sisi teknis dan non-teknis. Saya berharap sinergi yang bagus dengan stakeholder dapat tetap terjalin”, terangnya melalui Go Live Organisasi UP Paiton pada Kamis ( 14 /7/2022).

PT PJB saat ini sedang dalam masa transformasi menuju _strategic holding_, untuk itu diperlukan sinergi pengelolaan unit sejenis yang secara geografis berdekatan guna mewujudkan _lean organization and lean process_ dengan tetap memperhatikan aspek kinerja operasional.

Faktor pendukung selain untuk mencapai efisiensi yang tinggi, adalah kinerja PLTU Paiton 9 yang mencapai _Operational Excellence_, dimana salah satu buktinya dapat dilihat dari meningkatnya kinerja FTP-1 yang telah memenuhi standar (TOP 25% NERC) sehingga dapat di sejajarkan dengan unit pembangkit eksisting (PLTU Paiton 1-2).

PLTU Paiton 1-2 sendiri menjadi PLTU pertama yang telah mengimplementasikan co-firing biomassa di PLN Grup. _Go live_ secara komersil co-firing dengan _wood pellet_ ini dilaksanakan pada September 2020. Hal ini juga yang telah mendorong PLTU sejenis di Indonesia untuk melaksanakan co-firing. PT PJB melihat dengan penggabungan organisasi ini akan dapat mempercepat proses transfer pengetahuan antar unit pembangkit. (kj2)

No More Posts Available.

No more pages to load.