PLN Gencarkan Program Electrifying Marine dan Agriculture

oleh -130 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebagai upaya memenuhi kebutuhan listrik pelanggan pada sektor perikanan khususnya para petani tambak yang masih menggunakan diesel, PLN UP3 Gresik gencarkan program electrifying marine. Tercatat, potensi electrifying marine di wilayah Gresik yakni 15.601 Ha.

“Kondisi saat ini, petani tambak masih banyak yang mengelola tambaknya secara konvensional dengan menggunakan genset, sedangkan di area sekitar tambak telah tersedia jaringan distribusi PLN. Petani tambak yang telah menggunakan listrik baru sekitar 885 Ha (5%) dari luas wilayah tambak di Gresik. Hal tersebut menjadi peluang bagi PLN UP3 Gresik untuk meningkatkan penjualan tenaga listrik (ekstensifikasi),” terang Manager PLN UP3 Gresik, Paultje Mangundap.

Pada momentum peringatan Hari Pahlawan tahun 2021, PLN memilih pelanggan PLN yang tangguh, gigih, berkreasi, dan inovatif mengatasi segala keterbatasan dengan metode usaha baru berbasis pemanfaatan energi listrik. Mereka berhasil berinovasi dan memanfaatkan energi listrik PLN untuk meningkatkan produktivitas usahanya.

Lilik Deswati, salah satu Petani tambak budidaya udang Vaname intensif di Kecamatan Ujung Pangkah Gresik, telah membuktikan bahwa penggunaan listrik meningkatkan produktivitas dan hasil tambaknya. Lilik Deswati meraih Penghargaan Wirausaha Bahari Tangguh (Electrifying Marine) dari PLN dengan Penghargaan Silver Appreciation di kantor Pusat PLN, Jakarta (30/11) lalu.

Lilik yang juga berprofesi sebagai penggerak budidaya udang intensif di Kabupaten Gresik ini memiliki enam petak pemeliharaan, dua kolam tandon, satu ipal.

“Awalnya kami menggunakan listrik daya 53 kVA, setelah ada perluasan penambahan petak baru kami menambah daya menjadi 82,5 kVA. Dari 1,9 hektar luas lahan dan 10 kolam kami menghasilkan 26,7 ton per siklus, satu siklus 120 hari. Tentu listrik sangat dibutuhkan dalam budidaya udang intensif dan kami berterimakasih sekali atas program PLN ini, semoga PLN selalu jaya dan selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga usaha yang dikembangkan itu selalu bisa didukung PLN,” tutur Lilik.

“Penghargaan tersebut diberikan kepada Lilik Deswati karena telah memanfaatkan listrik PLN untuk meningkatkan produktivitas usaha serta menjadi inspirasi usaha produktif berbasis pemanfaatan energi listrik PLN bagi masyarakat. PLN juga memberikan penghargaan Electrifying Heroes kepada Ketua Panaba (Petani Buah Naga Banyuwangi), Edy Purwoko atas perannya memberikan pembinaan untuk meningkatkan produksi buah naga dengan pemanfaatan listrik untuk pertanian buah naga,” terang General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto.

Edy Purwoko yang meraih penghargaan silver apreciation ini telah mengajak para petani buah naga untuk beralih dari diesel ke listrik PLN untuk peningkatan produksi pertaniannya.

“Dengan menggunakan listrik PLN pada penerapan teknologi penyinaran tanaman buah naga, petani buah naga dapat menghemat biaya pemakaian listrik sampai 48%, yang semula dengan diesel biaya perbulan mencapai 8,9jutaan menjadi sekitar 4jutaan. Tak hanya itu, produktivitas pun meningkat yang semula hanya 14ton/hektar menjadi 26 ton per hektar per tahunnya,” papar Edy.

Adi berharap, PLN dapat terus mendorong sektor pertanian dan perikanan untuk lebih produktif dengan energi listrik. Melalui unit pelayanan pelanggan di berbagai wilayah Jawa Timur, PLN akan mengekstensifikasi potensi kedua sektor yang bisa didukung PLN.(kj2)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.