PJB Tawarkan Solusi Bagi Keandalan Pembangkit Geothermal

oleh -103 Dilihat

KILASJATIM.COM – Jakarta –  PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) melalui salah satu unit bisnisnya, Unit Maintenance Repair & Overhaul (UMRO), menghadirkan layanan dalam _maintenance strategy_ guna mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia. Pada Rabu (13/7) PT PJB menggelar webinar yang diikuti oleh 20 perusahaan dari dalam dan luar negeri kalangan ahli geothermal.  Gelaran ini menjadi bukti kesiapan PT PJB dalam mengelola _maintenance_ PLTP di Indonesia.

PLTP di Indonesia punya potensi yang sangat besar untuk mendukung capaian target bauran EBT Pemerintah sebesar 23% pada tahun 2025 serta _Net Zero Emission_ (NZE) di tahun 2060. Dalam RUPTL 2021-2030 ditunjukkan bahwa salah satu rencana pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) terbesar adalah melalui PLTP dengan total target 3.355 MW (kumulatif) pada tahun 2030.
Direktur Pengembangan dan Niaga PT PJB, Iwan Purwana menyatakan kesiapan PJB untuk mengkolaborasikan kompetensinya di bidang _maintenance strategy_ dalam mendukung pengembangan PLTP di Indonesia.

“PJB telah menangani pemeliharaan pembangkit di sejumlah negara. Proyek terbaru ada di Bangladesh dan Laos. Kami juga telah mengembangkan software secara online yang bisa segera dieskalasi jika potensi geothermal jadi dieksekusi,” paparnya.

Lebih lanjut Iwan juga berharap agar para _stakeholder_ mulai dari PLN Group, _asset owner_ PLTP, pelaku usaha bisnis operasi dan pemeliharaan pembangkit, asosiasi panas bumi hingga akademisi dapat bersinergi dalam mengoptimalkan potensi panas bumi di Indonesia.

“Kita dapat saling bekerja sama bahu membahu dalam pengembangan kapabilitas sumber daya, pengembangan teknologi dan optimalisasi ataupun pemanfaatan fasilitas dan sumber daya antara para pelaku usaha,” ajak Iwan.

Target pengembangan PLTP cukup relevan menilik besarnya potensi sumber daya panas bumi yang dimiliki Indonesia. Berdasarkan data dari _Handbook of Energy_ & _Economic Statistics of_ Indonesia tahun 2017 yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM, total potensi energi panas bumi sebesar 28,9 _Giga Watt electrical_ (GWe) yang terdiri dari _resources_ 9.339 MW dan cadangan (_reserves_) 14.626 MW. Hal ini menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara dengan sumber daya panas bumi terbesar di dunia.

Senada dengan Iwan, Hendra Yu Tonsa, selaku VP Panas Bumi PT PLN (Persero) juga menyatakan pentingnya sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak dalam proses pengembangan EBT. Terlebih saat ini sektor energi kata Hendra tengah menghadapi dua tantangan penting berupa krisis iklim dan pembangunan sektor energi yang berkelanjutan.

“Berkaitan dengan proses pembangunan energi terbarukan, tentulah dukungan, kerjasama, dan sinergi semua pihak sangat diperlukan terutama dalam membangun ekosistem bisnis energi masa depan yang handal dan berkelanjutan,’ ungkapnya.

Penerapan strategi pemeliharaan (_maintenance strategy_) yang tepat guna dapat memberikan dampak signifikan dalam mewujudkan keandalan pembangkit, termasuk PLTP. Strategi ini meliputi proses perencanaan, pengelolaan personil, serta pengendalian material sehingga dihasilkan proses pemeliharaan yang _on-time_, _on-budget_, dan _on-quality_.

PT PJB memiliki pengalaman lebih dari seperempat abad mengelola aneka jenis pembangkit, dan juga telah menerapkan best practice _maintenance strategy_ dalam mengoperasikan unit-unit pembangkitnya agar dapat mencapai produksi yang optimum. Perusahaan ini juga telah membangun ekosistem bisnis dalam menyasar pasar industri ketenagalistrikan nasional maupun internasional.

Kegiatan webinar ini adalah wadah sharing pengalaman pengelolaan pemeliharaan pembangkit sekaligus ajang silaturahmi dengan stakeholder dari kalangan geothermal. Lebih dari 400 peserta terpantau mengikuti gelaran webinar yang menghadirkan narasumber Ir. Remi Harimanda, MBAT (Technical Director – ORMAT Indonesia); Ir. Dodi Herman, M.M (Geothermal and Power Generation Expert); dan Dr. Ir. Henry Pariaman, ST, MT, IPM (PJB UMRO). (kj4)

No More Posts Available.

No more pages to load.