PJB Kembangkan EBT Dengan Memasang PLTS di Kepulauan Bawean Jawa Timur

oleh

 

KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) mulai melakukan pengembangan dengan penerapan energi terbarukan (EBT) di wilayah setempat Salah satunya dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kepulauan. Salah satu PLTS yang sedang disiapkan PT PJB berada di kawasan Bawean, Gresik, Jawa Timur (Jatim).

Direktur Pengembangan dan Niaga PT PJB, Iwan Purwana mengatakan, rencana pengembangan PLTS floating 2 MWp + BESS 400 kWH sebagai penambahan pembangkit sistem di Bawean yang dimulai November 2021.

“Pengembangan EBT dilakukan melalui beberapa skema. Masing-masing EBT Skema Kemitraan, EBT Kepulauan Tersebar, PLTS Untuk Pemakaian Sendiri (PS), hinhha Elektrifikasi dengan EBT. PJB juga mempunyai skema PLT Hybrid, yakni tenaga campuran, terdiri dari diesel, tenaga surya, dan baterai,” ujarnya di acara yang digelar secara virtual bersama pelaku pers atau media di Jawa Timur secara daring, untuk mengenalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), dalam rangkaian memperingati HUT ke-26 PJB yang jatuh pada tanggal 3 Oktober 2021, Selasa (12/10/2021)

Program pengembangan EBT yang dilakukan PJB melalui beberapa skema, masing-masing EBT Skema Kemitraan, EBT Kepulauan Tersebar, PLTS Untuk Pemakaian Sendiri (PS), Elektrifikasi dengan EBT.

Iwan yang mengangkat tema “Kinerja produksi EBT Menyongsong Energi Hijau Masa Depan” dalam webinar itu mengatakan, bahwa PJB juga mempunyai skema PLT Hybrid, yakni tenaga campuran, terdiri dari diesel, tenaga surya dan baterai.

Sementara itu, Direktur SDM PT PJB, Karyawan Aji mengatakan, EBT) mengatakan pemanfaatan EBT di Indonesia pada 2025 mendatang ditargetkan mencapai 23 persen.

“Potensi EBT di Indonesia menjadi magnet tersendiri bagi dunia internasional, karena cukup besar,” jelasnya seraya menambahkan, penerapan EBT di Indonesia sudah tidak bisa dihindari lagi terlebih adanya perjanjian internasional Paris Agreement yang bertujuan mengurangi emisi karbon di Tanah Air.

“Harapan kami dengan dilaksanakannya Webinar ini bisa terjadi upaya saling bertukar informasi untuk pengembangan EBT di Indonesia, serta sebagai forum silaturahmi antara PJB dengan media massa di Jawa Timur,” tukasnya.

Pakar Bioenergy Engineering, Agricultural Engineering dari Universitas Brawijaya, Malang, Bambang Susilo, M.Sc. Agr mengatakan, potensi EBT di Indonesia cukup besar, karena memiliki sumber daya alam yang cukup banyak.

Bambang yang juga Dosen Fakultas Teknologi Pertanian itu menyebut, beberapa potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia di antaranya aliran air, tenaga solar/matahari, biomassa, bahan bakar nabati, biogas, suhu kedalaman laut, angin, ombak laut, panas bumi (geothermal).

Materi dengan tema “Solusi EBT berbasis riset: Akselerasi pencapaian energi hijau di masa depan pemanfaatan dan nilai keekonomiannya menyebut komposisi energi ke depan sangat membutuhkan EBT, yakni pada tahun 2100 karena menurunnya energi fosil.

“Indonesia akan menjadi negara yang akan sangat dibutuhkan karena potensinya besar, seperti musim yang menghasilkan energi, yakni panas dan hujan,” katanya.

Secara umum energi baru adalah energi yang dihasilkan oleh teknologi baru, dan energi terbarukan adalah energi yang dalam waktu pendek bisa diperbarui, kemudian dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik.

“Perlu kiranya didorong terus pengembangan EBT, sehingga mampu menjadikan Indonesia mandiri dengan sumber daya alamnya,” pungkasnya.
(kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *