PJB Connect 2022, Sarana Bangun Relasi Menjawab Tantangan Bisnis Ketenagalistrikan

oleh -275 Dilihat

KILASJATIM. COM, Surabaya – Pameran PJB Connect (PLN NP Jump Beyond Connection) 2022 menjadi sarana terbesar bagi industri kelistrikan nasional sekaligus sebagai sarana menghubungkan dan membangun relasi antara PLN Nusantara Power dan sejumlah stakeholder baik dari dalam maupun luar negeri. Acara ini juga merupakan salah satu upaya PLN Nusantara Power untuk mendukung PLN dalam menghadapi tantangan bisnis ketenagalistrikan yang makin kompleks.

Kegiatan yang digelar PLN Nusantara Power ini berlangsung
pada tanggal 4-6 oktober 2022 di Jatim Expo. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadirkan 100 booth dan puluhan seminar akan mengisi ruang diskusi teknologi ketenagalistrikan demi kemajuan Indonesia.

Pagelaran PJB Connect tahun ini merupakan pagelaran ke 7 (tujuh) kalinya dan diselenggarakan dalam rangka HUT PLN Nusantara Power Ke-27 dan menyambut Hari Listrik Nasional ke 77 .

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menyampaikan pentingnya PJB Connect bagi perkembangan industri kelistrikan. Menurutnya, selama 7 tahun berturut- turut PJB Connect menjadi ajang saling tukar inovasi, diskusi, serta teknologi terkini untuk menunjang perkembangan energi listrik.

“Hadirnya PJB Connect akan membawa sinergi yang baik antar perusahaan listrik, utilitas, akademisi, dan investor menjadi lebih kuat, solid, dan apik. PJB Connect juga menjadi jembatan terjalinnya komunikasi yang sinergi dan merambah dimulainya proyek dan bisnis dengan skala besar”, ujar Ruly disela meninjau booth pameran .

Di kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Pembangkitan PLPLN (Persero), Adi Lumakso mengatakan, EBT menjadi fokus utama untuk bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah yakni 23 persen pada 2025 mendatang.

“Saat ini baru 11 persen. Makanya kita akan terus kembangkan agar bisa mencapai target tersebut. Ada banyak cara yang akan dikembangkan. Misalnya memaksimalkan energi panas bumi, angin, air dan sebagainya. Yang utama adalah sinergitas dan konektivitas dari dalam dan luar negeri. Dengan itu nantinya akan muncul investasi baru untuk EBT itu,” jelasnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung upaya-upaya PLN dan anak usahanya untuk mengembangkan EBT ini. Karena di Jawa Timur sendiri,  sudah memiliki peraturan daerah tentang rencana umum energi daerah. Salah satunya adalah elektrifikasi.

“Saat ini di Jawa Timur rasio elektrifikasi mencapai 105,47 persen. Alhamdulillah. Ini memang menjadi target utama sehingga tidak ada satupun daerah di Jawa Timur yang tidak dialiri listriik,” katanya.

Untuk pengembangan EBT, saat ini sudah ada 573 unit yang dikembangkan dengan format pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)  rooftop.

“Ini akan kami maksimalkan terutama yang berbasis komunitas. Agar nantinya masyarakat langsung bisa meningkatkan produktivitas seperti nelayan, tempat pelelangan ikan dan sebagainya. Ini cara agar daerah yang produktivitasnya tinggi namun belum teraliri listrik secara maksimal, bisa memaksimalkan PLTS rooftop ini. Seperti daerah di kepulauan Sumenep dan sebagainya,” jelasnya.

PJB Connect yang digelar oleh PT PLN Nusantara Power (dulu PJB) itu memang dibuka langsung oleh Gubernur Khofifah. PJB Connect akan menghadirkan 100 booth dan puluhan seminar akan mengisi ruang diskusi teknologi ketenagalistrikan demi kemajuan Indonesia.

Pada 2 tahun sebelumnya, PJB Connect diselenggarakan secara virtual akibat adanya pandemi yang tidak berkesudahan. Sejak terakhir diadakan secara offline di kantor pusat PLN Nusantara Power, animo dan minat dari peserta terus melonjak.

Di tahun inilah, PJB Connect dapat diselenggarakan secara offline di venue yang lebih besar. Apalagi PJB yang kini sedang dalam masa transisi bertransformasi menjadi PLN Nusantara Power, akan mengelola unit pembangkit menjadi hampir 2 kali lipat dengan jumlah GWh semakin besar.

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM RI Dadan Kusdiana juga menyampaikan arahan dan kebijakan Indonesia dalam industri ketenagalistrikan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM merumuskan berbagai upaya untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) sektor energi Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat. Ini merupakan perwujudan komitmen Indonesia sebagai bagian dari komunitas global dalam aksi mitigasi perubahan iklim. Hal inilah yang perlu diketahui dan disepakati bersama, khususnya bagi stakeholder di bidang ketenagalistrikan.

“Selama 7 tahun berturut-turut PJB Connect telah menyumbangkan kontribusi besar dalam perkembangan industri listrik di Indonesia. Melalui berbagai inovasi dan diskusi dalam seminar, saya berharap seluruh pihak yang terlibat dalam industri ketenagalistrik dapat mendorong kebijakan pemerintah Indonesia”, pungkasnya. (kj2)