Perusahaan di Kota Surabaya Disarankan Bantu APD Tenaga Medis

oleh
Posko penanganan Covid-19 di Balai Kota Surabaya. (Ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyarankan perusahaan yang punya keinginan membantu penanganan Covid-19 agar melakukan pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi dokter dan tenaga medis di rumah sakit rujukan yang menangani pasien Covid-19.

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Surabaya, Imam Siswandi, di Surabaya, Jumat, mengatakan tidak satu atau dua kali, perusahaan menanyakan kebutuhan apa yang saat ini tengah diperlukan pemkot dalam menanggulangi wabah Covid-19.

“Saya menjawab yang tidak kalah pentingnya untuk saat ini adalah APD untuk medis,” katanya.

Bagi dia, lanjut dia, kebutuhan tersebut harus terus didukung semua pihak lantaran dokter atau tenaga medis di rumah sakit rujukan adalah garda terdepan dari penanganan Covid-19 ini.

BACA JUGA: Lindungi Tim Medis Tertular Covid – 19 Sepuluh Ribu APD Siap Disalurkan

“Kemarin Korpri memberi bantuan masker N95 sekitar 400 potong. Saya arahkan juga termasuk pemberian APD. Supaya teman-teman tenaga kesehatan terlindungi. Jangan sampai mereka terkena (wabah) ini, karena merekalah yang merawat masyarakat. Jadi, mari bersama-sama melawan Covid-19 ini,” ujarnya seperti dilansir antaranews.com, Jumat 3 April 2020.

Menurut Imam, hingga saat ini banyak bantuan di Posko Penanganan Covid-19 di Balai Kota Surabaya berdatangan silih berganti, mulai dari perusahaan daerah, swasta, komunitas, universitas maupun personal atau perseorangan.

Bantuan itu berupa bahan pembuatan minuman tradisional (pokak) yaitu jahe, kayu manis, sereh, gula merah, kapulaga dan juga telur rebus. Bahkan sampai dengan kebutuhan sembako pun mendapat bantuan dari salah satu mal di Surabaya sebanyak seribu paket.

Selain itu bantuan berupa tandon, wastafel, tangki spayer botol hand sanitizer, alkohol, bilik sterilisasi tipe chamber, tempat sabun cair, kipas angin, serta tisu.

BACA JUGA: Rapid Test di Sejumlah Puskesmas Kota Surabaya Terkendala Minimnya APD

Bahkan ada pula sebagian orang yang secara pribadi memberikan donasinya tanpa menuliskan pengirimnya alias tanpa nama. Jumlahnya cukup beraneka ragam.

“Bantuan itu mulai mengalir sejak tanggal 19 Maret. Setelah saya bersurat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya,” katanya. (ant/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *