Pertamina dan Barata Gelar Kick Off Percepatan Pembangunan Kilang

oleh -1.645 views
Kick off Program Percepatan Pembangunan Kilang Minyak PT Pertamina (Persero) dilakukan di Workshop Heavy Machining Center milik PT Barata Indonesia (Persero), Gresik, Jawa Timur.

KILASJATIM.COM, Gresik – Anggota Tim Percepatan Pembangunan Kilang Minyak  PT Pertamina (Persero), langsung bergerak cepat, paska terbitnya Surat Keputusan dari  Menteri BUMN RI. Senin (20/1), Kick off Program Percepatan Pembangunan Kilang Minyak PT Pertamina (Persero) dilakukan di  Workshop Heavy Machining Center milik PT Barata Indonesia (Persero), Gresik, Jawa Timur.

Hadir dalam acara tersebut, beberapa pejabat Kementerian, diantaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kementerian Perdagangan, serta Kepala BPPT dan beberpa pejabat dari perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut.

Tak lupa turut hadir direksi dari perusahaan BUMN anggota tim  Percepatan Pembangunan Kilang Minyak tersebut seperti, PT Pertamina (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Rekayasa Industri, serta PT Tuban Petrochemical Industries (anak perusahaan Pertamina).

“Industri manufaktur memang harus didorong untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas dalam mendukung pembangunan strategis seperti kilang dan industri berat lainnya sehingga dapat menciptakan efek multiplier dalam pertumbuhan ekonomi nasional,“ ujar Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero), Fajar Harry Sampurno.

BACA JUGA: Pembukaan Bulan K3, Pertamina Ajak Pekerja Utamakan Keselamatan dan Kesehatan dalam Bekerja

Kick off tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dari semua pihak yang terkait untuk pekerjaan Percepatan Pembangunan Kilang Minyak Pertamina. Rencananya ada sekitar lima (5) Kilang Minyak serta dua (2) Kilang Gas, yang pengerjaannya diprediksi selesai pada 2027.

Penugasan tersebut juga dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah untuk meningkatkan persentase TKDN dalam Proyek Strategis Nasional serta untuk menekan jumlah impor migas.

Ditunjuknya Barata Indonesia sebagai anggota tim percepatan pembangunan kilang minyak , karena Barata dinilai memiliki pengalaman yang panjang di bidang industri manufaktur, termasuk industri migas. Produk–produk yang dihasilkan oleh perusahaan juga telah mampu diekspor ke beberapa negara di luar negeri.

Hal itu dibuktikan dengan nilai ekspor perusahaan yang naik tiap tahunnya. Tahun 2019 Barata Indonesia membukukan nilai ekspor sebesar 31 Juta USD. Nilai itu meningkat signifikan jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2018 yang mencapai Rp. 16 Juta USD. (kj3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.