Peringatan HPSN 2020, DLH Lumajang Fokuskan Daur Ulang Sampah

oleh -1.141 views
Daur ulang sampah.

KILASJATIM.COM, Lumajang – Persoalan mengenai sampah memang sudah tak asing lagi, bahkan perlu membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam melakukan penanganan pengurangan sampah. Salah satunya, dengan mendaur ulang sampah manjadi kerajinan yang memiliki nilai jual.

Dalam menyemarakkan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun ini. Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar beberapa kegiatan, diantaranya, lomba kerajinan daur ulang sampah, bazar ekonomi kreatif kerajinan daur ulang sampah, peragaan busana daur ulang sampah dan Ngopi SAM (Ngopi Tukar Sampah).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Tri Sunu Hadiantoro menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemkab dalam rangka mengurangi timbulan sampah, dengan mendaur ulang menjadi beragam kerajinan yang memiliki nilai jual.

“Ini bukan sekedar pelaksanaan hari ini saja, tapi berkelanjutan, kegiatan ini paling tidak bisa mengurangi timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat,” kata Tri Sunu, saat dikonfirmasi dalam kegiatan lomba kerajinan daur ulang sampah di Alun – alun Lumajang, Jumat (21/2/2020).

BACA JUGA: PKL di Wilayah Perkotaan Lumajang Kembali Ditertibkan

Tri Sunu mengungkapkan, timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Lumajang yang masuk dalam Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lempeni, akan kembali dipilah sesuai dengan jenisnya, sampah yang masih bisa dimanfaatkan akan melalui proses, sementara sampah yang sudah tidak memiliki nilai manfaat atau sisa akan dibuang.

“Sampah ini kan ada sampah organik dan anorganik, otomatis yang anorganik ini bisa kita fungsikan, dan yang sudah residu (sisa), sudah kita buang ke TPA,” ujarnya.

Guna mengoptimalkan pengelolaan sampah. Ia berharap, agar bank sampah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) dapat didirikan di masing – masing desa, agar masyarakat dapat memilah sampah, yang mana bisa difungsikan untuk meningkatkan perekonomian mereka.

“Harapannya, masing – masing desa bisa mendirikan bank sampah melalui BUMDes, sehingga disitulah masyarakat bisa memilah kegiatan persampahan, dengan begitu bisa berdayaguna untuk ekonomi keluarga,” pungkasnya. (kominfo/kj13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.