Perhutani Ajak Santri Manfaatkan Lahan Hutan  

oleh -1.811 views
Perhutani menggelar acara Ngaji Tani Akbar dan Munas Santri Tani Nusantara yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Genggong Probolinggo 25-26 Januari 2020.

KILASJATIM.COM, Probolinggo – Melalui kegiatan perhutanan sosial, Perum Perhutani Devisi Regional (Divre) Jawa Timur mengajak santri untuk memanfaatkan lahan hutan.

Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Oman Suherman, dalam keterangan resminya, Minggu (26/1) mengatakan, kawasan hutan yang dikelola  Perhutani Divre Jatim seluas 1,1 juta hektare. Kawasan itu bisa dikelola dengan dua skema, yakni Ijin Pemanfaatan Hutan Perhutanan  (IPHPS) dan Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK).

Oman menjelaskan, lewat dua pintu skema tersebut, santri dan masyarakat bisa berkontribusi pada lingkungan, sekaligus meningkatkan ekonomi dengan melakukan kerjasama dalam bidang agroforestry, pemanfaatan jasa lingkungan, dan kegiatan lainnya yang berbasis lahan maupun non lahan.

BACA JUGA: Perhutani Jatim Bangun 8 Posko Mudik Lebaran di Kawasan Hutan

Kemitraan berbasis lahan yaitu, mengoptimalkan fungsi, manfaat serta produkstivitas lahan dan sumberdaya hutan seperti pembuatan tanaman, pemanfaatan lahan, pelestarian sumberdaya alam dan pemanfaatan jasa lingkungan.

Sedangkan yang berbasis bukan lahan, yaitu aktivitas atau usaha produktif yang terkait langsung atau tidak langsung, dengan pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat desa hutan seperti untuk penguatan kelembagaan, penguatan modal, industri produk olahan dan pengingkatan SDM masyarakat.

Sebelumnya Perhutani menggelar acara Ngaji Tani Akbar dan Munas Santri Tani Nusantara yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Genggong Probolinggo 25-26 Januari 2020.

BACA JUGA: Perhutani Jatim Berikan Bantuan Dana Rp 75 juta ke Desa Inovasi di Sidoarjo

Salah seorang pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, Gus Haris Damanhuri Romly  menyampaikan, pihaknya mengajak santri ngaji tani selama dua hari untuk bisa ikut mengembangkan pertanian di seluruh nusantara demi tercapainya kedaulatan pangan nasional serta menuju kemandirian pesantren.

“Melalui kegiatan ini ia berharap, para santri bisa menjadi motor penggerak dalam pengembangan segala bidang, mulai dari bidang kelautan, perikanan, peternakan maupun perikanan, sehingga santri juga bisa mengelola sumberdaya alam yang ada, mengingat Indonesia merupakan negara agraris dan maritim.

“Potensi yang dimiliki Indonesia harus kita kembangkan bersama melalui pondok pesantren,” ungkap Gus Haris. (kominfo/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.