Penuhi Besarnya Permintaan Pasar Restoran Garam Merica Buka Cabang ke Dua di Sidney

oleh -412 Dilihat

Suasana restorant Garam Merica di Sidney dibuat seolah berada di Indonesia dengan menu khas cita rasa daerah asli yang ada di Indonesia. (ist/dok)

KILASJATIM.COM, Sydney, Australia — Tak hanya demi mengobati rindu pada kayanya cita rasa masakan tradisional Indonesia, pasangan Corina-Adrian membuka restoran Garam Merica pertama kali di Melbourne, Australia, pula demi memperkenalkan cita rasa Nusantara ke khalayak di negeri kangguru tersebut.

Demi memenuhi permintaan pasar yang lebih luas di Australia, pada 29 Mei
2023, Garam Merica membuka pintu di cabang keduanya di Sydney dengan
diresmikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia Bapak Siswo Pramono,
Wakil Dubes Bapak Mohammad Syarif Alatas, Konsul Jenderal Bapak Vedi Kurnia Buana, serta didampingi pakar kuliner Bapak William Wongso.

Corina mengatakan, di sini, kapasitas seating mencapai 100 pax, Garam Merica dan akan buka penuh setiap harinya, tujuh hari seminggu.

“Varian makanannya akan jadi lebih banyak, tapi tetap mengacu pada flavors of Indonesia. Kami mau mengisi kerinduan akan sedapnya masakan Indonesia, sekaligus memperkenalkan kekayaan khasanah kuliner Nusantara ke dunia,” ujar Corina.

Perjalanan pasangan ini dalam mengenalkan masakan Indonesia di luar negeri dimulai sejak tahun 2006, api kompor di dapur Garam Merica mulai menyala dan sejak itu pula, perjalanan rumah makan ini menyajikan masakan Indonesia pun dimulai.

Melbourne yang dikenal sebagai melting pod, merupakan kota dengan
percampuran penduduk dari berbagai negara. Hal ini menjadikan penduduk
Melbourne lebih terbuka dalam menerima cita rasa sajian dari mana pun, termasuk pula masakan Indonesia.

William Wongso pakar kuliner Indonesia menghadiri acara pembukaan Restoran Garam Merica ke 2 di Sidney bersama Adrian, owner Garam Merica. (ist/dok)

Tahun 2018, Garam Merica menempati lokasi baru di bilangan Queen Road,
Victoria, Melbourne. Titik ini tepat bersebelahan dengan kantor Konsulat
Jenderal Republik Indonesia. Namun ketika pandemi melanda dunia di tahun
2020, Garam Merica mulai mengganti konsep penyajiannya.

Baca Juga :  SRC Gelar Pesta Retail Jawa Timur, Gerakkan Roda Ekonomi Melibatkan 1000 Toko Kelontong

Masih mengusung sajian khas Indonesia, namun kali ini dalam bentuk nasi bungkus. Awalnya, Garam Merica menyajikan tak kurang dari 15 jenis lauk pauk serta sayur mayur yang lazim disajikan di warung nasi di Indonesia. Saat ini, setiap harinya, antara
30 hingga 32 jenis lauk dan sayur disediakan sebagai pendamping nasi.

Rendang sapi, cumi item, sambal goreng kentang, terong balado teri, telor
barendo, rendang nangka, hingga sambal balado merah dan sambal hijau
menjadi yang paling digemari oleh pelanggan. Beroperasi dari hari Kamis hingga Minggu mulai pukul 11.00 siang, kerap kali semua ludes terjual sebelum waktu tutup pukul 15.00 tiba.

Di jam makan siang, antrean pengunjung — yang tak hanya orang Indonesia, namun juga warga lokal Australia, Malaysia, India, Thailand dan Korea — selalu terlihat mengular panjang. Nasi bungkus yang dibandrol senilai mulai dari AUS$ 19 untuk isian dua macam lauk daging dan dua macam sayur itu memang menjadi kegemaran banyak orang.

Bahkan, tak jarang nasi bungkus dari Garam Merica diminta sebagai oleh-oleh bagi warga kota lain di Australia.
Apa sih yang menjadikan Garam Merica begitu digemari? Kebanyakan
pengunjung, utamanya yang berasal dari Indonesia, mengatakan bahwa cita
rasa masakannya begitu otentik.

“Rasanya seperti pulang ke kampung halaman,” ujar salah satu pelanggan asal Indonesia yang sudah tiga tahun menetap di negeri kangguru tersebut. Rupanya, menggunakan bumbu yang dikirim langsung dari Indonesia adalah kuncinya.

“Bagaimana pun, untuk mendapatkan
rasa yang Indonesia banget, ya bumbunya harus yang dari Indonesia. Ini nggak bisa tergantikan,” pungkas Corina.(nov)

Saatnya bungkus nih, berapa porsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.