Pengusaha asal Surabaya Beri Bantuan Modal Usaha Untuk Dina Ibu Penderita Hydrocephalus

oleh -137 Dilihat

Sutjipto Joe Angga, salah satu pengusaha sukses di Surabaya berempati atas penderitaan Dina Oktavia dengan berikan bantuan untuk modal usaha 

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sutjipto Joe Angga, salah satu pengusaha sukses di Surabaya berempati atas penderitaan Dina Oktavia (21), ibu Muhammad Pandhu Firmansyah (6 bulan), yang menderita Hydrocephalus dan kerusakan pada bagian wajah.

Pengusaha yang akrab dipanggil Angga ini mengunjungi kediaman Dina di Rusunawa Gunungsari, Blok A Nomer 112 Surabaya Sabtu (14/01/2020) datang bersama Daniel Lukas Rorong, Ketua Komunitas Tolong Menolong, relawan yang selama ini mendampingi Dina.

Kedatangan pengusaha asal Surabaya kali kedua ini untuk memberikan bantuan modal usaha pada Dina Oktavia.

“Pada kunjungan pertama saat Aqiqahnya Pandhu, 30 Desember 2019 lalu, Bu Dina curhat akan memulai usaha di awal 2020,” kata pria lulusan West London College, Inggris.

Tanpa berpikir panjang lagi. Angga pun menyanggupi memberikan modal usaha untuk membeli perlengkapan serta bahan-bahan yang dibutuhkan.

Melalui penggalangan dana melalui grup _Whatapps_ di Komunitas Teman SJA (Sutjipto Joe Angga) yaitu “Permen”, kepanjangan dari *Pertemanan* , dalam satu jam terkumpul sebesar Rp.11.500.000, dari target awal yang hanya Rp. 6 juta.

“Ini sebagai bentuk empati saya bersama Teman SJA terhadap apa yang dialami oleh Ibu Dina. Murni kemanusiaan. Karena memang, sejak muda, saya sudah berkecimpung di dunia kemanusiaan,” ungkap Angga yang aktif pelayanan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock Surabaya.

“Jadi, tidak ada kaitannya dengan majunya saya dalam kancah Pemilihan Walikota Surabaya,” kilahnya.

Terkendala Modal
Dina sendiri merasa bersyukur masih banyak yang berempati terhadap dirinya dan anaknya, Pandhu. Dengan bantuan tersebut, ia segera memulai usaha rumahannya di bidang minuman yakni puding susu dalam kemasan botol dan puding sedot.

“Dengan berusaha sxaya bisa mendapatkan penghasilan, sambil tetap fokus untuk merawat anak saya, Pandhu, yang membutuhkan perhatian dari saya, ibunya,” kata Dina yang saat ini sedang menjalani sidang atas gugatan cerainya terhadap suaminya, Muhammad Abdul Azis (23 tahun), di Pengadilan Agama Surabaya.

Diakui Dina, sebenarnya usaha rumahannya ini sudah coba dijalankannya sebelum kisahnya viral. Tapi terkendala modal, sehingga mandeg.

Sementara itu, Daniel Lukas Rorong, relawan pendamping dari Komunitas Tolong Menolong (KTM) berharap agar Dina bisa segera memulai usahanya tersebut.

“Kami dari KTM akan terus mendampingi sampai nantinya kami menganggap Bu Dina bisa mandiri serta survive ke depannya,” harap Daniel yang juga Humas “Perhimpunan Driver Online Indonesia” (PDOI) Jawa Timur ini juga akan membantu untuk memasarkan produk minuman kemasan buatan Dina melalui online.

“Nama, logo produk serta akun Instagram untuk nantinya jualan via online yakni @littlepandhu sudah kami siapkan semua,” paparnya.

Daniel juga akan terus intensif berkomunikasi serta bersinergi dengan dinas terkait di Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah Kota Surabaya untuk ikut memasarkan serta membeli produk buatan Dina ini.

Daniel juga membocorkan rencana ke depan yang akan dilakukan. Diantaranya usaha nasi bungkus serta jualan produk busana muslim via online yang akan dijalankan Dina. (kj2)

No More Posts Available.

No more pages to load.