Penerapan Strategi Memasuki Pasar Global: Lisensi, Investasi dan Aliansi Strategis

oleh -114 Dilihat

Gita Indah Wahyu P.S., Shalsabila Riska S.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

KILASJATIM.COM, MALANG: Saat ini perusahaan dalam memasuki pasar global harus menerapkan strategi-strategi dalam pasar global. Dimana strategi pemasaran global secara umum didefinisikan sebagai suatu cara yang diupayakan oleh perusahaan yang ingin memasuki bisnis global dengan cara mempengaruhi pelanggan yang berasal dari skala internasional agar tertarik terhadap produk yang dihasilkan. Sementara itu, Kotler and Armstrong (2012) mendefinisikan pemasaran global sebagai suatu upaya dalam mengutamakan seluruh sumber daya yang meliputi sumber daya manusia, aset fisik atau modal dana, dan berbagai tujuan perusahaan lainnya demi menindaklanjuti ancaman pasar global dan untuk meraih potensi yang sama di pasar global.

Dalam penerapan strategi pemasaran global terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan dan harus diperhatikan. Termasuk diantaranya yakni penerapan strategi lisensi, investasi dan aliansi strategis. Dalam memasuki lingkungan pemasaran global perusahaan perlu memperhatikan keuntungan dan kerugian dalam menggunakan lisensi sebagai strategi untuk memasuki pasar global. Lisensi ini merupakan suatu hal yang secara legal dapat melindungi perusahaan untuk menggunakan nama atau merek dagang tanpa melakukan pelanggaran. Secara garis besar, lisensi merupakan sebuah hak yang akan diberikan kepada perusahaan atas perlindungan terhadap barang atau jasa yang telah dihasilkan.

Sehingga dalam hal ini pihak yang akan menggunakan, menyebarluaskan dan memperbanyak harus menaati prosedur dan menanggung biaya tertentu untuk menghargai hasil barang dan jasa perusahaan tersebut. Sehingga tidak mudah disalahgunakan untuk kepentingan apapun kedepannya. Untuk dapat memenangkan persaingan bisnis dalam pemasaran Global maka perusahaan perlu untuk membahas faktor-faktor yang berkontribusi pada keberhasilan peluncuran kemitraan strategis secara global. Perusahaan dapat memperkuat posisinya di pasar melalui strategi kerjasama dengan perusahaan lain. Dengan adanya kerjasama maka resiko yang akan dihadapi dapat diatasi bersama. Selain itu perusahaan yang berkolaborasi dapat saling membantu dalam hal pengembangan bisnis dan ekonomi perusahaan masing-masing.

Adapun kerjasama atau aliansi menurut National and Pillars (2020) didefinisikan sebagai suatu kesepakatan antara dua atau lebih negara untuk bekerjasama dalam masalah keamanan secara timbal balik. Aliansi tersebut dapat berupa kesepakatan antara kedua pihak, baik secara formal maupun non formal. Dalam menerapkan ketiga strategi tersebut perusahaan juga dapat menggunakan gunakan matriks strategi perluasan pasar untuk menjelaskan strategi apa yang akan digunakan oleh perusahaan global terbesar di dunia seperti perusahaan Aramco, yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gas terbesar yang dimiliki oleh Saudi Arabia.

Strategi perluasan pasar yang dilakukan oleh Aramco tersebut yakni berkonsentrasi pada sasaran ekspor ke negara-negara lain. Strategi perluasan pasar merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan penjualan atas produk yang dihasilkan pada pasar yang baru. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian yang dapat dilakukan perusahaan dalam berekspansi. Selain itu untuk memasuki pemasaran global maka perusahaan harus membandingkan dan membedakan berbagai bentuk yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam mendapatkan investor asing.

Oleh karena itu, peran dari seorang manajer investasi sangat diperlukan sebab manajer investasi merupakan pihak yang mengelola kegiatan portofolio usahanya yang ditujukan untuk para nasabah. Selain itu pihak yang dapat melakukan kegiatan usaha sebagai manajer investasi adalah perusahaan bursa efek yang telah memperoleh izin usaha sebagai manajer investasi dari OJK. Istilah investasi memiliki beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Pengertian investasi adalah penundaan konsumsi sekarang yang akan digunakan dalam produksi yang efisien selama periode waktu  tertentu.

Lisensi

Lisensi menurut Wilbur (1999) dapat didefinisikan sebagai suatu perjanjian kontraktual di mana satu perusahaan (pemberi lisensi) membuat asset tersedia bagi perusahaan lain (penerima lisensi) dengan memberi atau menerima royalty, bea lisensi, atau beberapa bentuk kompensasi lainnya. Aset yang dilsensikan dapat berupa hak paten, rahasia dagang, atau nama perusahaan. Dengan memberikan lisensi yang merupakan sebuah alternatif strategi dalam memasuki pasar global dan perluasan maka dapat menambah daya tarik yang cukup besar dari para konsumen maupun investor asing. Sebuah perusahaan dengan teknologi, pengetahuan atau merek yang mempunyai citra merek yang kuat dapat menggunakan persetujuan untuk memberikan lisensi pada investasi dengan peluang yang besar.

Investasi

Selain penerapan strategi dengan menggunakan lisensi, perusahaan juga dapat memasuki pasar global dengan mencari investor asing untuk saling bekerjasama. Pengertian investasi secara umum yakni merupakan suatuaktivitas menempatkan modal baik berupa uang atau aset berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu. Sedangkan menurut para ahli investasi didefinisikan sebagai suatu aktiva yang dimanfaatkan oleh perusahaan guna meningkatkan kekayaannya melalui distribusi hasil penanaman modal seperti pendapatan sewa bunga, royalty, dividen dan sebagainya. Hal ini untuk mengapresiasi nilai investasi dan juga bermanfaat bagi suatu perusahaan yang melakukan investasi, misalnya mempererat hubungan dagang.

Aliansi

Menurut jamsul Arifin, Dian Ediana Rae (2004), aliansi merupakan suatu kesepakatan antara dua atau lebih negara untuk bekerjasama dalam masalah keamanan secara timbal balik. Artinya, aliansi merupakan kesepakatan, baik formal atau non-formal, dalam konteks keamanan dan pertahanan agar dapat mempertahankan diri dari ancaman negara lain. Strategi ini sangat penting untuk diterapkan sebab aliansi merupakan cara efektif untuk berbagi keahlian, mendapatkan modal, dan sumber daya. Sebagai perusahaan yang akan memasuki pasar global tentu sangat membutuhkan modal yang cukup besar agar dapat berekspansi. Tentunya modal tersebut sangat memungkinkan untuk didapatkan dari investor dan mitra kerja. Pada prinsipnya, aliansi dilakukan oleh perusahaan untuk saling berbagi biaya, resiko dan manfaat.

Sehingga dalam hal ini perusahaan yang ingin bergerak di luar ekspor dan impor dapat memanfaatkan berbagai strategi memasuki pasar. Setiap strategi memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda terkait dengan adanya alternatif-alternatif strategi dalam peningkatan tingkat investasi, komitmen, dan risiko. Perizinan dapat menghasilkan aliran pendapatan dengan minimnya investasi baru, hal ini dapat menjadi pilihan yang baik untuk perusahaan yang memiliki teknologi canggih, citra merek yang kuat, atau kekayaan intelektual yang berharga. Pembuatan kontrak dan waralaba adalah dua bentuk khusus lisensi yang banyak digunakan dalam pemasaran global. Tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dipasar global dapat memungkinkan untuk  melibatkan penanaman modal asing secara langsung (FDI).