Pemprov Realisasikan Bansos Bagi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang Bondowoso

oleh
Bantuan program berbentuk Cash For Work berfungsi untuk percepatan pemulihan lingkungan pemukiman yang terendam lumpur.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah merealisasikan pemberian bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak banjir bandang Kecamatan Ijen Bondowoso. Bantuan program berbentuk Cash For Work berfungsi untuk percepatan pemulihan lingkungan pemukiman yang terendam lumpur.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat kunjungannya ke Bondowoso Kamis (30/1) telah meluncurkan bantuan Program Cash for Work. Program yang diluncurkan menyerupai kegiatan padat karya ini dikucurkan kepada masyarakat terdampak yang turut membantu pemerintah dalam membersihkan lingkungan dan permukiman penduduk yang terendam lumpur, sehingga bisa segera berfungsi kembali.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono, Sabtu (1/2) mengatakan, dari pendataan semula sebanyak 856 warga berasal dari Desa Sempol dan Desa Kalisat yang menerima bantuan. Setelah dilakukan proses secara bertahap sebanyak 531 warga yang persyaratan umurnya cukup, sisanya sebanyak 325 warga merupakan anak-anak berumur dibawah 10 tahun.

Bantuan Cash for Work ini dikucurkan untuk menunjang kebutuhan selama 5 hari terhitung mulai 30 Januari hingga 04 Februari, per hari senilai Rp 50.000, sehingga total per orang menerima Rp 250.000 atau total keseluruhan yang telah disalurkan sebesar Rp 132.750.000. Bantuan telah selesai disalurkan melalui Biro Kessos Setdaprov Jatim bersama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA: Gubernur Khofifah Gerak Cepat dan Responsif Turun Langsung Tangani Banjir Bandang di Bondowoso  

Seperti diberitakan sebelumnya, curah hujan dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan banjir bandang di Desa Sempol Kecamatan Ijen Bondowoso, Rabu (29/1). Sebanyak 200 KK (kepala keluarga) turut terdampak dan terdapat pula korban yang memilih mengungsi di rumah saudara atau tetangga. Banjir bandang terjadi siang sekitar pukul 13.00 WIB. Tinggi muka air bercampur lumpur mengapai 60 centimeter.

Kapolres Bondowoso, AKBP Febriansyah menjelaskan, banjir bandang terjadi akibat hujan yang terjadi di wilayah hulu di Pengunungan Ijen. Peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di tahun 2019, membuat hutan di pegunungan Ijen menjadi gundul. Ini yang menjadi faktor terjadinya banjir bandang.

Gubernur Khofifah juga berkesempatan meninjau langsung lokasi dapur umum milik Dinas Sosial Jatim di Desa Sempol, Kamis (30/1). Gubernur juga mengaduk dan memasak nasi yang ada di dapur umum tersebut dan mencicipinya. (kominfo/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *