Pemkot Malang Pangkas Alur Birokrasi untuk Buka Keran Investasi

oleh
Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat memberikan sambutan sekaligus membuka sosialisasi LKPM Online yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang.

KILASJATIM.COM, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen untuk memangkas berbagai alur birokrasi sehingga akan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan administratifnya serta untuk membuka kran investasi.

Terkait hal tersebut, banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Kota Pendidikan ini sehubungan dengan berbagai kemajuan dan perkembangan di berbagai sektor.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menyampaikan,  ke depan, berbagai birokrasi akan diterapkan dalam satu pintu dan berbasis daring sehingga birokrasinya tidak berbelit.

“Jangan sampai investor dirugikan dengan aturan dan sistem baru. Kita harus buka seluas-luasnya masuknya investor sehingga perekonomian akan meningkat. Oleh sebab itulah, birokrasi harus diperbaiki dan tidak berbelit,” pesan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat memberikan sambutan sekaligus membuka sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Online yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang di Hotel Savana Kota Malang, Rabu 23 Oktober 2019.

BACA JUGA: Khofifah Temui Perantau Jatim dari Wamena Yang Tiba Malang

Terlebih dengan adanya PP No 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan nama OSS (Online Single Submission), para pelaku usaha saat ini akan lebih cepat mendapatkan perizinan berusaha.

“Dengan layanan ini, maka diharapkan para pelaku usaha akan lebih taat, mudah mengurus izin, dan nyaman dalam berinvestasi. Namun bagi pengusaha yang melanggar aturan, maka akan di sanksi tegas, hingga penutupan tempat usaha,” tegas Sutiaji.

Lebih jauh pria berkacamata itu juga mengatakan jika pihaknya ingin memanjakan ASN, dengan catatan PAD terus meningkat. Seperti melalui potensi dan atau pendapatan pajak. “Apabila PAD tinggi, maka juga akan berdampak positif bagi ASN, yaitu dengan peningkatan kesejahteraan,” sambung Sutiaji.

Hal senada juga disampaikan Kepala DPMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso, ST, MT yang menyampaikan bahwa berbagai upaya sudah dipersiapkan untuk pelayanan satu pintu ini. “Hingga akhir tahun ini persiapan akan dimaksimalkan, dan tahun depan bisa dipastikan dapat dijalankan dengan baik,” ungkapnya. (*/kj1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *