Pemkab Situbondo Perpanjang Kerja Sama BPJS Kesehatan untuk Pertahankan UHC 2026

oleh -6384 Dilihat

KILASJATIM.COM, Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melanjutkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui Program Berantas (Berobat Gratis Tanpa Batas) sebagai upaya mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC).

Perpanjangan kerja sama tersebut diperuntukkan bagi peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) dalam rangka menjamin keberlanjutan UHC Situbondo pada 2026.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, Pemkab Situbondo mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui Program Berantas. Menurutnya, sektor kesehatan memiliki peran penting dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Tahun ini IPM kita naik dibandingkan tahun sebelumnya dengan dukungan peningkatan pelayanan kesehatan. Harapan saya IPM 2026 terus meningkat sampai di angka 76 persen sesuai dengan rata-rata IPM provinsi,” ujar Bupati Rio usai menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Wisata Bahari Pasir Putih, Situbondo, Sabtu (13/12/2025).

Bupati menegaskan komitmennya untuk menjaga sinergi dengan BPJS Kesehatan demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin optimal. Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi internal di seluruh fasilitas kesehatan agar setiap layanan yang diberikan kepada masyarakat berjalan secara akuntabel, transparan, dan sesuai ketentuan.

“Saya minta teman-teman di Puskesmas tidak boleh ada praktik tarik-menarik iuran atau pungutan dalam bentuk apa pun. Ini komitmen kita bersama untuk melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Titus Sri Hardianto mengapresiasi komitmen Pemkab Situbondo dalam mempertahankan status UHC Prioritas yang kini direbranding menjadi Program Berantas.

Menurut Titus, BPJS Kesehatan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk menjalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia menilai sinergi yang terjalin dengan Pemkab Situbondo selama ini berjalan sangat baik.

Baca Juga :  Misi Dagang Jatim dan Papua Barat Daya Capai Transaksi Fantastis Rp506 Miliar Lebih

“Komitmen serta kerja sama yang terjalin sampai dengan saat ini berjalan dengan sangat baik. Sinergitas ini akan kami jaga demi keberlangsungan program JKN, khususnya di wilayah Kabupaten Situbondo,” ujarnya.

Hingga 1 Desember 2025, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Situbondo telah mencapai 99,28 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta berada di angka 81,07 persen.

Jika dilihat berdasarkan segmen peserta, kepesertaan PBPU dan BP yang didaftarkan oleh Pemkab Situbondo mencapai sekitar 24 persen atau sebanyak 154.000 jiwa. Angka tersebut dinilai mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan Program JKN melalui status UHC Prioritas.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga mendorong transformasi mutu layanan melalui implementasi janji layanan JKN sebagai bentuk penguatan sinergi dengan fasilitas kesehatan. Titus menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi kepuasan masyarakat serta profesionalisme tenaga kesehatan.(wan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.