Pemkab Jombang Edukasi Pekerja Rokok Soal K3 untuk Cegah Risiko Kecelakaan Kerja

oleh -570 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang memperkuat komitmen perlindungan pekerja industri rokok melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Jombang di PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia Jaya (MPS Perak), Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini diikuti para pekerja wanita perusahaan rokok tersebut dengan fokus peningkatan pemahaman mengenai keselamatan dan kesehatan di lingkungan kerja.

Bimtek dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, mewakili Bupati Jombang Warsubi. Hadir pula Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdiyanto, jajaran Pemkab terkait, serta manajemen MPS Perak Jombang. Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa pelaksanaan K3 merupakan langkah strategis Pemkab Jombang untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat sehingga risiko kecelakaan maupun penyakit akibat kerja dapat ditekan.

Ia menyampaikan bahwa pemahaman pekerja mengenai potensi bahaya kerja, langkah pencegahan, serta hak dan kewajiban sesuai ketentuan K3 menjadi kunci peningkatan perlindungan tenaga kerja. “Namun di atas semuanya, saya ingin memastikan bahwa seluruh pekerja di Kabupaten Jombang mendapatkan perlindungan yang paripurna,” ujar Sekdakab Agus Purnomo.

Agus menjelaskan, perlindungan pekerja tidak hanya berkaitan dengan tata kelola pekerjaan yang aman, tetapi juga mencakup pemberian tuntunan, santunan, serta penguatan pengakuan hak asasi manusia bagi pekerja. Melalui Bimtek K3, pemerintah berharap informasi dan pengetahuan yang diberikan dapat memperkuat kesadaran pekerja dalam menjaga keamanan diri di lingkungan kerja. “Hari ini, Pemkab Jombang hadir melalui Bimtek K3 dalam rangka memberikan tuntunan berupa informasi yang dapat menjadi pengetahuan bagi pekerja,” imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, materi kesehatan kerja disampaikan narasumber dari Dinas Kesehatan Jombang, sedangkan aspek keselamatan kerja dipaparkan Pengawas Ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Penyelenggara berharap peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada rekan kerja dan masyarakat luas.

Baca Juga :  Dinas Kominfo Kota Malang Gelar Bimtek e-Suradi

Selain penguatan K3, Bimtek ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mendukung program strategis nasional di bidang kesehatan, termasuk pencegahan stunting, HIV/AIDS, TBC, dan malaria. Agus menegaskan bahwa hingga saat ini Jombang belum sepenuhnya terbebas dari empat persoalan kesehatan tersebut sehingga berbagai upaya harus terus diperkuat. Intervensi kesehatan, kata dia, bukan hanya menyasar pekerja wanita—termasuk yang mempersiapkan kehamilan, sedang mengandung, atau memiliki balita—tetapi juga pekerja pria agar turut berperan dalam menjaga kesehatan keluarga.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pemkab Jombang dalam momentum tersebut yaitu pembagian tablet tambah darah bagi pekerja wanita sebagai upaya pencegahan stunting. Agus menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan lintas sektor dalam penanganan stunting di Kabupaten Jombang. “Alhamdulillah atas dukungan serta kerjasama semua pihak dalam upaya penanggulangan stunting bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang mendapatkan apresiasi dari Menteri Kesehatan sebagai Intervensi Spesifik Terbaik Regional I Tahun 2025 Tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia pada 12 November 2025,” pungkasnya.(fat)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.