Pemkab Blitar Segera Laksanakan Kebijakan Terhadap Gejolak Harga Cabai  

oleh
Rapat Koordinasi TPID yang dipimpin oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto.

KILASJATIM.COM, Blitar – Rapat Koordinasi TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang dipimpin oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM di Ruang Transit, Kantor Bupati Blitar, Senin (20/01/2020). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar akan menyiapkan sejumlah kebijakan dan siap melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan harga cabai di Kabupaten Blitar terjangkau oleh masyarakat.

Turut hadir Kepala BPS (Kepala Badan Statistik) Kabupaten Blitar, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemkab Blitar, Kepala OPD terkait dan Ketua Gapoktan lombok.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar, Tuti Komaryati menjelaskan, beberapa kebijakan yang bakal dilaksanakan ialah mengadakan operasi pasar untuk masyarakat kurang mampu, dengan melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemkab Blitar bersama Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di Kabupaten Blitar.

BACA JUGA: Bupati Blitar Resmikan City Walk Penataran

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Blitar, kata Tuti, terus berkolaborasi dengan dinas terkait untuk membuat strategi tertentu supaya stabilitas harga cabai terjadi. “Inflasi itu bukan ditekan namun dikendalikan secara tepat pada satu titik tertentu di daerah,” ungkapnya.

Dikatakannya, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar juga akan memfasilitasi masyarakat melalui sistem fitur Early Warning System (EWS) terjadinya lonjakan harga yang bisa menyebabkan terjadinya inflasi dengan mengoptimalkan penggunaan Sistem Informasi Harga Pangan dan Sistem Informasi Pangan yang telah ada di Kabupaten Blitar.

“Jadi yang paling penting, masyarakat kita yang kurang mampu tetap bisa membeli cabai. Harga cabai di kita memang tinggi karena salah satu faktornya yakni oleh musim yang tidak menentu. Oleh karena itu, dinas terkait juga sudah memetakan wilayah produksi cabai sebagai upaya terhadap gejolak harga cabai,” jelasnya

Harapannya, kedepan pihaknya mampu menghadirkan fasilitasi perdagangan yang bisa diakses oleh masyarakat secara luas. Sehingga masyarakat kabupaten Blitar seluruhnya mampu membeli komoditas cabai. (hms/kj11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *