Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Mudik

oleh

dr. Achmad Yurianto (Foto: detik.com)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Mengantisipasi penyebarluasan Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi pandemi di tanah air, Pemerintah Pusat meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan. Caranya, dengan tidak mudik ke kampung halaman.

Kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Achmad Yurianto, selama ini memang  mudik menjadi tradisi masyarakat Indonesia setelah satu bulan melaksanakan ibadah puasa. Namun tidak untuk dilakukan di saat situasi pandemi Covid-19.

”Jangan mudik, jangan berpergian. Pastikan kita tidak tertular dan tidak menulari orang lain. Marilah kita lindungi orang di kampung kita. Jaga jarak, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, tetap di rumah, dan produktif di rumah”, katanya pada konferensi pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Menurutnya, mudik berpotensi menularkan virus corona kepada keluarga di kampung halaman. Meskipun tanpa gejala apapun langkah yang paling aman adalah tidak mudik dan tidak berpergian kemana pun. Berbagai upaya dalam rangka menemukan sumber penularan dilakukan dengan pemantauan pada setiap orang yang memiliki riwayat berpergian dari daerah episentrum, baik di luar maupun dalam negeri.

”Kami mengimbau agar mereka dari daerah episentrum menyadari diri sendiri, meskipun tidak ada gejala tetap harus lakukan isolasi selama 14 hari dengan tetap di rumah dan gunakan masker serta jaga jarak”, pesannya.

Berdasarkan data yang diterima Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan hingga siang hari ini, Kamis (23/4/2020), kinerja tim penanggulangan Covid-19 telah mengaktifkan 38 laboratorium. Beberapa laboratorium akan segera ditambahkan. Spesimen yang diperiksa sudah mencapai 55 ribu lebih dengan jumlah kasus yang diperiksa sebanyak 47 ribu lebih. Hasil positif sebanyak 7.418 orang sedangkan hasil negatif sejumlah 39.943 orang.

Jumlah ODP sebanyak 193.571 orang, sementara PDP 17.754 orang yang saat ini sedang dirawat dan menunggu hasil konfirmasi laboratorium pemeriksaan PCR. Pasien positif Covid-19 yang sembuh hingga hari ini bertambah 71 orang total 913 orang, pasien konfirmasi positif Covid-19 bertambah 283 total 7.418, sementara pasien meninggal bertambah 19 pasien total 635 pasien.

”Seluruh provinsi sudah terdampak Covid-19 dan 263 Kabupaten/Kota. Sebaran pasien sembuh terbanyak di Jakarta 322 orang, Jawa Timur 101 orang, Sulawesi Selatan 75 orang, Jawa Barat 79 orang, Jawa Tengah 54 orang, dan sisanya tersebar di 29 provinsi”, ujar dr. Achmad. (kj3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *