Pembak Bondowoso dan UIN Surabaya Tandatangani MoU, Ini Tergetnya

oleh -473 views

 

KILASJATIM.COM, BONDOWOSO: Pemerintah Kabupaten Bondowoso menandatangani MoU dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya untuk percepatan pembangunan daerah.

Penandatanganan tersebut dihadiri Rektor UIN Sunan Ampel, Prof H. Masdar Hilmy P.hD dan Bupati Salwa Arifin, di peringgitan pendapa kabupaten.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengatakan, kerjasama tersebut menitikberatkan pada kegiatan yang sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Bondowoso.

“Yakni penguatan pendidikan karakter, inovasi pelayanan masyarakat serta pemberdayaan desa tematik,” katanya.

Setelah ini poin-poin kerja sama akan didiskusikan lebih lanjut dengan OPD (organisasi perangkat daerah). “Mana yang sudah pas itu yang akan ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Menurutnya, kerjasama ini akan berkembang melalui diskusi para pemangku di OPD terkait dengan para dekan.

“Karena memang dari kerjasama ini, kami mengharapkan ketepatan dan kecepatan terhadap sasaran pembangunan di Bondowoso,” harapnya.

Rektor UIN Sunan Ampel, Prof H. Masdar Hilmy P.hD, melalui Staf Ahli Rektor Dr. Moh. Syaiful Bahar mengatakan, kerjasama ini dilakukan untuk membantu percepatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso.

Menurutnya, berbagai program strategis yang dimiliki oleh Pemkab dapat disinergikan dengan UIN Sunan Ampel. Melalui SDM yang ada di sembilan fakultas yang dimiliki.

“Sehingga semua program tersebut lebih terukur, lebih komprehensip dan lebih bernilai saintifik,” paparnya.

Dari program yang telah dipaparkan bupati kata dia, akan dipilih sebagai konsentrasi program kerjasama. Selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui fakultas yang ada.

“Seperti pendidikan karakter. Kami memiliki dosen-dosen yang berada di fakultas tarbiyah kejuruan dan fakultas psikologi dan kesehatan,” paparnya.

Sementara dalam inovasi pelayanan publik, kita bisa memanfaatkan tenaga-tenaga dari Fakultas Sains dan Teknologi serta dari Fakultas Ekonomi Bbisnis Islam (FEBI).

Adapun program penguatakan kapasitas desa berbasis komunitas. Pihaknya bisa memanfaatkan dosen-dosen dari fakultas ilmu sosial dan ilmu politik serta dari fakultas dakwah dan komunikasi.

“Insyaallah kami memiliki SDM yang cukup untuk merealisaiskan dan menyukseskan sinergi ini,” jelasnya. kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.