Peluncuran Princess Luxury Bed di Jakarta

oleh

 

Jakarta, kilasjatim.com: Perusahaan pesiar premium internasional terbesar di dunia, Princess Cruises, menyelenggarakan acara Jumpa Pers di Jakarta, guna berbagi beberapa berita terbaru serta hasil riset tidur global. Dipimpin oleh Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises, dan Dr. Michael Breus, PhD., Dokter Tidur, mereka berdua juga berbagi tips berguna tidur nyenyak untuk orang Indonesia.

Pelabuhan di Indonesia menantikan pertumbuhan dua kali lipat angka kapal pesiar berlabuh tahun ini, dibandingkan tahun 2017. Menempati peringkat ketujuh (7) negara di Asia yang paling banyak dikunjungi kapal pesiar, sejumlah 372 kapal pesiar dari semua perusahaan wisata pesiar sedang dan akan mengunjungi pelabuhan Indonesia pada tahun ini, menunjukkan pertumbuhan sebesar 100% dari angka 187 di tahun 2017. Bali adalah destinasi dengan angka kunjungan pesiar tertinggi, yaitu sebanyak 82 kunjungan di tahun 2018, kemudian Kepulauan Gili (43 kunjungan), Pulau Komodo (40 kunjungan), Semarang (23 kunjungan), dan Surabaya (20 kunjungan).

“Jumlah orang Indonesia berlayar pada tahun 2017 adalah 46.700 wisatawan, meningkat 40,2% dari 33.200 di tahun 2016. Wisatawan dari Indonesia hanya 1,2% dibandingkan 4 juta wisatawan Asia yang berlayar di tahun 2017, oleh karena itu potensi pasar Indonesia masih sangatlah besar,” ungkap Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises.

Princess Cruises memiliki posisi strategis guna memenuhi peningkatan permintaan di antara penumpang Indonesia yang memilih wisata pesiar mewah ke destinasi seperti Alaska dan Eropa. Menanggapi tren ini, Princess Cruises meluncurkan jajaran portfolio pelayaran global di Indonesia minggu ini untuk perjalanan periode 2018/2019 ke Alaska, Kawasan Mediterania, Kepulauan Britania, serta Asia Tenggara.

“Princess Cruises berada dalam posisi untuk menjawab dan memenuhi peningkatan permintaan liburan wisata pesiar, dengan menawarkan pengalaman menyeluruh ke 360 destinasi di seluruh dunia, fasilitas kelas dunia, serta kenyamanan di kapal pesiar bagi semakin banyak orang Indonesia yang mencari pengalaman wisata layar ultra-mewah dengan kenangan seumur hidup,” tambah Tawfik.

Tren di Pasar Pelayaran Indonesia Pada Tahun 2017
Rata-rata usia wisatawan pesiar Indonesia adalah 42 tahun, sedangkan usia rata-rata di India adalah 37 tahun (termuda), serta usia rata-rata di Jepang yaitu 57 tahun (tertua).
28% wisatawan pesiar Indonesia berusia antara 20-39 tahun, hal ini menandai meningkatnya jumlah wisatawan Milenial yang memilih wisata pesiar.
Rata-rata masyarakat Indonesia berlayar selama empat hari. Sekitar 57% wisatawan Indonesia berlayar selama 4 hingga 6 hari, dan 30% memilih berlayar selama 3 hari. Sisanya, 13% wisatawan memilih 7 hingga 13 hari perjalanan kapal pesiar.
Hampir 70% wisatawan Indonesia memilih rute di dalam kawasan Asia.
Untuk kapal pesiar jalur panjang, Alaska/Amerika menjadi destinasi terpopuler di kalangan wisatawan Indonesia, kemudian diikuti oleh destinasi seperti Eropa dan Mediterania, menunjukkan meningkatnya keinginan masyarakat Indonesia dalam mengunjungi destinasi populer dunia.

*Sumber untuk semua data statistik di atas: Cruises Line International Association, kecuali dinyatakan lain.

Pada kesempatan yang sama, Princess Cruises juga berbagi hasil riset global terbaru yang secara khusus menyoroti pola tidur, dalam Relaxation Report tahunan ke-sembilan. Princess Cruises memperluas jangkauan studi ke masyarakat yang lebih luas, mencakup Singapura, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Tiongkok, Korea, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Inggris, dan Australia.

Ditemukan beberapa temuan penting yang menyatakan bahwa kebiasaan bermain media sosial orang Indonesia mengganggu pola dan mutu tidur mereka. Ringkasan temuan riset dapat ditemukan di bawah ini:

Tidur Cepat: Terdapat 78% masyarakat Indonesia yang disiplin dalam waktu tidur serta memiliki waktu tidur konsisten, walaupun hiruk-pikuk kesibukan kehidupan perkotaan masih mempengaruhi kondisi mereka. Indonesia juga memiliki angka ‘tidur cepat’ tertinggi di dunia, dengan sekitar 40% masyarakat tidur sebelum jam 10:00 malam dan bangun sekitar jam 06:30 pagi. Ini mungkin dilakukan untuk menghindari padatnya lalu lintas ketika mereka berangkat ke kantor.
Seperempat (25%) masyarakat Indonesia merupakan ‘si tidur teratur’. Mereka tidur sekitar jam 10:00 atau 11:00 malam, dan bangun pada jam 07:00 atau jam 08:00 pagi.
1 dari 4 adalah ‘si penderita insomnia’ yang mebgaku jadwal tidurnya tidak menentu, atau bahkan tidak tidur sama sekali (23%).
13% dari masyarakat Indonesia menempatkan diri mereka pada kategori ‘si burung hantu’, karena mereka tidur setelah tengah malam.

Libur Terabaikan: Salah satu cara masyarakat usia-aktif Indonesia untuk dapat bersantai adalah dengan berlibur. Namun, survei menemukan bahwa 39% masyarakat Indonesia tidak mengambil semua jatah libur yang tersedia pada tahun sebelumnya dengan alasan sebagai berikut:
Terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan (48%)
Tidak dapat menemukan waktu yang baik untuk berlibur (38%)
Kurangnya dukungan di tempat bekerja saat mengambil cuti (24%)

Perjuangan Tidur Saat Liburan: Bahkan pada saat berlibur pun tidak menjamin waktu istirahat yang lebih baik, karena 83% orang Indonesia masih sering berjuang untuk tidur malam nyenyak saat berlibur. Generasi Millennial mengalami masalah tidur lebih banyak dibanding generasi sebelumnya.
Ketika bepergian yang melintasi dua atau lebih zona waktu, 73% wisatawan Indonesia biasanya mengalami efek samping yang tidak menyenangkan, termasuk gangguan tidur, seperti insomnia atau bangun sangat pagi (38%), kelelahan siang hari (33%) dan sakit kepala (31%), kesemua ini dapat mengganggu kenikmatan liburan. Di kapal pesiar, kesempatan untuk menikmati berbagai rangkaian kegiatan dapat membantu masyarakat Indonesia beristirahat dan bersantai.

Sebagai salah satu brand pelayaran pesiar premium internasional terbesar di dunia, Princess Cruises berkomitmen untuk memastikan setiap tamu merasa lebih segar, diperbarui, dan diremajakan kembali setelah berwisata. Sebagai bagian dari kampanye “Come Back New Promise’, Princess Cruises bermitra dengan para ahli terkemuka, baik dalam ilmu pengetahuan dan pesona tidur dalam mengembangkan Princess Luxury Bed. Dianugerahi dengan penghargaan ‘Best Cruise Ships Beds’ oleh Cruises Critic, Princess Luxury Bed adalah tempat tidur pertama dan satu-satunya di dunia yang dikembangkan khusus untuk pelayaran oleh ahli tidur bersertifikat, Dr Breus, guna mengantarkan tamu dalam menikmati sensasi tidur nyenyak di atas lautan.

Pada tahun 2019, lebih dari 45.000 Princess Luxury Bed akan diluncurkan sepenuhnya ke dalam sekitar 22.000 kabin. Tempat tidur ini memiliki ketebalan 2-inci empuk, matras satu-sisi ketebalan 9-inci untuk dukungan terhadap punggung yang lebih baik, pegas gulung individu untuk mengurangi gangguan dari rekan tidur, selimut inspirasi gaya Eropa, serta linen berbahan 100% katun Jacquard mewah.

Princess Luxury Bed akan tersedia di 15 kapal pesiar mulai akhir Agustus. Kemudian disusul dua kapal lainnya yang pada tahun 2019. Dalam rangka mempersiapkan para tamu untuk menikmati pengalaman tidur terbaik saat di lautan, Princess Cruises dan Dr Breus juga mengoptimalkan kabin untuk mendapatkan pengalaman sensorik tidur nyenyak. Para tamu kategori suite akan mendapatkan ‘SLEEP by Princess Kit’ yang mencakup perlengkapan tambahan seperti penutup mata, penutup telinga, aroma terapi, aplikasi Good Night™ dari Dr Breus, dan masih banyak lagi.

Ada banyak cara mudah bagi kita untuk dapat tidur nyenyak di malam hari. Salah satunya adalah dengan mengetahui jadwal tidur dan berkomitmen untuk mengikuti jadwal tersebut secara teratur. Dr Breus berbagi tips profesional nya di hadapan rekan jurnalis, “Hal lain adalah dengan mendapatkan sinar matahari pagi selama 15 menit setiap hari untuk memproduksi hormone melatonin (hormon tidur), berhenti minum minuman mengandung kafein setelah jam 2 siang, dan berusaha untuk menyempatkan diri berolahraga 20 selama 20 menit sehari, tapi jangan berolahraga maksimal 4 jam sebelum tidur”.

“Tidur terus menjadi masalah bagi sebagian orang di seluruh dunia dan lintas generasi, baik di rumah maupun saat bepergian. Tidur merupakan pengalaman sensorik vital yang memungkinkan tubuh seseorang mengisi ulang energi dan memulihkan diri dari ketegangan mental dan fisik,” menurut Dr Breus. “Dengan bermitra bersama Princess Cruises, saya yakin kami telah menemukan beberapa aspek yang benar-benar unik yang bukan hanya sekedar tempat tidur itu sendiri, melainkan pengalaman menyeluruh yang akan mengantar para tamu untuk tidur nyenyak”.

“Princess Cruises selalu berinovasi dalam menghadirkan berbagai macam penemuan baru dan pilihan bersantai bagi para tamu yang mencari pengalaman wisata unik. Princess Luxury Bed adalah salah satu inovasi yang dirancang guna memberikan kualitas tidur terbaik ketika di lautan lepas. Tamu-tamu di kawasan Asia Tenggara dapat menikmati pengalaman tidur di atas Princess Luxury Bed pada saat musim berlabuh di Singapura mulai November 2018 hingga Maret 2019,” tutup Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pengalaman sensorik tidur nyenyak di dalam kabin kami dan untuk melihat infografis laporan relaksasi, silahkan kunjungi www.princess.com/sleep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *