Pekan QRIS Nasional 2020 Sasar Rumah Ibadah dan Yayasan Sosial

oleh

Imam Subarkah, Deputi Kepala Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Jawa Timur bersama jajaran direksi Bank Indonesia provinsi Jawa timur di acara bincang bareng media di Surabaya  Kamis (05/03/2020)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jawa Timur gerak aktif
untuk meningkatkan jumlah penggunaan QRIS, baik dari sisi merchant maupun konsumen. Salah satu cara dilakukan dengan menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional (PQN) secara serentak pada tanggal 9-15 Maret 2020.

QRIS yang telah diimplementasikan sejak 1 Januari 2020 lalu adalah standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking.

Imam Subarkah, Deputi Kepala Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Jawa Timur mengatakan, gerakan QRIS ini sebagai komitmen Bank Indonesia dalam pengembangan sistem pembayaran non tunai dan ekonomi digital.

” BI terus mendorong implementasi kebijakan QR Code Indonesian Standard (QRIS), dan masyarakat akan mudah memahami penggunaan QRIS,” kata Imam dalam acara Bincang Bareng Media di Surabaya Kamis (05/03).

QRIS ini dijelaskan Imam, ada tiga tahapan. Pertama kepedulian masyarakat terhadap QRIS itu sendiri, kedua tahapan penggunaan dan ketiga ke arah kualitas.

“Saat ini kita masih dalam tahap penggunaan, kita akan terus maksimalkan agar bisa dikenal masyarakat luas,” jelasnya.

Hingga Maret 2020 sudah ada 28 lembaga penyelenggara yang tergabung yang terdiri dari 19 bank dan 9 non bank. Untuk merchant sudah ada 2,79 juta yang sudah tergabung di seluruh Indonesia. Sementara di Jawa Timur ada 333 ribu dan Surabaya ada 114 ribu merchant QRIS.

“Kami melihat potensi merchant di Indonesia itu 60 juta dan kami tahun ini targetkan bisa menggandeng 5 persen dari potensi itu. Ini peluang yang sangat besardalam penyelenggaraan ini kami target penambahan merchyant sebanyak-banyaknya,” kata Imam.

Jika sebelumnya konsumen menemui banyak pilihan QR Code saat melakukan pembayaran, saat ini cukup hanya dengan 1 QRIS saja sudah bisa melayani pembayaran dari semua aplikasi,” jelas Imam.

“Hal ini memudahkan baik untuk penjual (merchant) ataupun konsumen. Bagi merchant, tak perlu mendaftar ke banyak Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk memiliki QR. Karena cukup satu QRIS, sudah dapat memfasilitasi semua aplikasi. Bagi konsumen, tentu akan lebih mudah karena cukup install dan punya satu akun dari satu aplikasi, maka bisa scan QRIS dari PJSP lainnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Abrar, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Provinsi Jatim menambahkan,
upaya meningkatkan jumlah penggunaan QRIS, baik dari sisi merchant maupun konsumen, Bank Indonesia menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional (PQN) secara serentak pada tanggal 9-15 Maret 2020. Di Surabaya, PQN dilaksanakan dengan mengangkat judul Nggawe QRIS, Rek!

“Selama pekan ini, sasaran kami adalah sosialisasi dan onboarding pedagang (merchant) di komunitas milenial, pasar tradisional & modern, tempat ibadah maupun berbagai lokasi lainnya. Juga akan dilakukan launching kantin QRIS di Universitas Ciputra dan di Pasar Pamekasan dan yayasan sosial lainnya,” papar Abrar. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *