PEDALINDO dan BBS Sidoarjo Lewat Sinergi Tiga Pilar  Implementasikan Ekonomi Pancasila 

oleh -245 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Menindaklanjuti serangkaian dialog dengan delegasi Eropa beberapa waktu lalu, UMKM Bluru Bangkit Sidoarjo (BBS) berkolaborasi dengan  Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (PEDALINDO) meluncurkan program pemberdayaan komunitas yang komprehensif, Sinergi Tiga Pilar terdiri dari Ety selaku Ketua BBS, Junius Bram selaku Founder & Ketua Umum PEDALINDO, dan Fatkur selaku Ketua RW setempat.

Tiga tokoh utama ini menjadi motor penggerak untuk menciptakan model ekonomi kreatif yang siap bersaing di pasar global. “Bangkitnya Ekonomi Kreatif Berbasis Kerakyatan” di Desa Bluru, Sidoarjo.

Junius Bram selaku Founder & Ketua Umum PEDALINDO menyampaikan,  lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menandai langkah konkret implementasi hasil pemetaan pasar global yang dilakukan oleh PEDALINDO. Program ini dibuka dengan “Pelatihan Kreatif Gratis: Cara Membuat Bantal Smoke Jepang”.

” Ini adalah langkah awal untuk menawarkan produk craft baru dari komunitas BBS ke pasar internasional. Kunjungan delegasi Eropa membuka mata kami tentang tingginya permintaan produk community craft yang memiliki storytelling. Pelatihan hari ini adalah jawaban kami,” ujar Bram.

Ditambahkan Bram,  langkah ini adalah  implementasi nyata Ekonomi Pancasila, di mana kita mengedepankan pemerataan perekonomian dari basis kerakyatan di Sidoarjo untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro.

Model bisnis yang ditawarkan adalah social enterprise, di mana peserta dapat “mengambil pekerjaan” dan mengerjakannya dari rumah, membangun pilar ekonomi baru yang berkelanjutan di Desa Bluru.

Senada dikatakan Ety, ketua BBS, Strategi Tiga Pilar: Kualitas Hulu, Akses Pasar Global, dan Dukungan Ekosistem. Keberhasilan program ini ditopang oleh komitmen tiga pilar utama, yakni Jaminan Kualitas dari Hulu (BBS) Tantangan konsistensi kualitas dari model kerja di rumah.

Baca Juga :  Gubernur Jatim: Beri Kesempatan KPU Selesaikan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019

“Strategi kami adalah  Terpusat dan Bertingkat. Meskipun dikerjakan di rumah, standar tidak boleh ditawar. Kami memastikan bahan baku seragam, menerapkan sistem ‘Master Sample’ sebagai acuan, dan menunjuk ‘Koordinator Kualitas’ di tiap kelompok sebelum produk disetor ke rumah produksi BBS untuk final check,” tegas Ety.

Dalam hal  produktivitasnya, BBS menerapkan “Sistem Kloter dengan Komitmen Bersama”.  Membangun komitmen bahwa ini bukan ‘bisnis isi waktu luang’, tapi ‘bisnis profesional’ dari rumah.

Kemudian yang ke dua, akselerasi Pasar Global dan Branding (PEDALINDO) dimana peran Junius Bram, Founder & Ketum PEDALINDO, menjadi krusial untuk membawa produk UMKM Bluru “Naik Kelas”.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo ,Choirul Hidayat,  hadir dan melihat langsung kegiatan pelatihan UMKM binaan PEDALINDO kerjasama dengan BBS Sidoarjo. (Ist/dok)

“Peran kami sebagai Akselerator dan Agregator Pasar. Kami akan bantu kurasi produk ‘Grade A’ untuk pasar premium/ekspor dan ‘Grade B’ untuk domestik,” ujar Junius Bram seraya menambahkan, strategi utamanya adalah branding yang disesuaikan dengan permintaan pasar global.

“Kami tidak menjual ini sebagai ‘bantal murah’. Branding-nya adalah ‘Social Enterprise’ dan ‘Community Craft’. Seperti hasil diskusi kami dengan mitra Eropa, kami menjual cerita di balik bantal itu—cerita pemberdayaan ibu-ibu Bluru. Storytelling inilah yang memberikan nilai jual tinggi,” imbuhnya.

PEDALINDO juga akan membantu mengatasi masalah suplai bahan baku melalui skema “Collective Buying” (Pembelian Kolektif), untuk mendapatkan bahan baku berkualitas ekspor dengan harga yang lebih baik.

Dan yang ke tiga, Katalisator Sosial dan Ekosistem (RW), Pilar ketiga, dukungan komunitas, diamankan oleh Fatkur, Ketua RW setempat yang berperan  sebagai ‘lem perekat’ dan penjaga ekosistem.

“Tugas kami sebagai Katalisator Sosial. Kami memobilisasi warga, mengoptimalkan fasilitas umum seperti Balai RW sebagai central hub QC, dan menanamkan ‘Sense of Ownership’ (Rasa Memiliki),” kata Fatkur.

Baca Juga :  Pelaku UMKM PEDALINDO Sidoarjo Kunjungi Pabrik  Fiesta Di Ngoro Mojokerto 

Untuk menjaga harmoni, strategi yang diterapkan adalah transparansi dan gotong royong. “Program ini terbuka untuk semua yang mau berkomitmen pada kualitas. Kami tekankan ini bukan kompetisi antar tetangga, tapi kita maju bersama,” pungkas Fatkur. (nov)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.