Paska Ledakan Bom Gereja di Surabaya, Aprindo Bangkit Gairahkan Perekonomian

oleh

* Pengusaha Ritel Alami Kerugian 70 Persen

SURABAYA, kilasjatim.com: Peristiwa pengeboman yang terjadi di Surabaya selama 2 (dua) hari berturut-turut berdampak membawa kerugian akibat tidak adanya transaksi selama 2 hari yang cukup besar hingga 70 persen atau sebesar Rp 33.9 miliar khususnya dirasakan industri ritel di Surabaya.

Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Jawa Timur, April Wahyu Widati kerugian yang dialami anggota APRINDO di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

“Dampaknya sangat besar yang kami rasakan, kerugian terbesar dialami para peritel di hari Senin dan Selasa pasca peledakan di gereja dan Polrestabes Surabaya. Khususnya mereka yang tokonya berada disekitar kejadian ledakan seperti ritel Bilka yang berdekatan dengan lokasi ledakan di tiga lokasi ledakan dan mall sekitarnya,” kata April  Rabu (16/05).

Dikatakan Branch Manager Indomaret Cabang Gresik yang membawahi wilayah Surabaya, Veronica Gratiawati, ada 10 outlet Indomaret yang berada di tiga gereja yang terjadi ledakan bom.

“Ada 10 outlet kami yang jaraknya sangat dekat dengan ketiga gereja itu. Akibat peristiwa itu, penjualan di outlet kami mengalami penurunan 20-30 persen. Malah, ada outlet kami yang baru buka namun sudah di police line,” ungkapnya.

Regional Manager Jatim Matahari Departemen Store Hendri Lismono menambahkan, traffic pengunjung di Matahari Departemen Store di Tunjungan Plaza Surabaya juga mengalami penurunan sangat drastis.

“Biasanya rata-rata traffic pada pukul 2 siang itu mencapai 2 ribu. Namun, dua hari ketika peristiwa ledakan bom itu traffic turun angkanya tidak sampai 500. Penjualan juga turun 70-80 persen,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga dialami Alfamart. Disebutkan Pramesti , Alfamart mengalami penurunan penjualan sekitar 40-45 persen. Sementara, pengunjung Hypermart mengalami penurunan dan Pakuwon Food Junction banyak membatalkan beberapa acara.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, Aprilia Wahyu Widarti mengatakan, pihaknya mengimbau masyarakat supaya tidak lagi khawatir untuk melakukan kegiatan sehari-hari di luar rumah.

“Apalagi kegiatan belanja kebutuhan ke mall atau kerumunan massa. Kami berharap mudah-mudahan gairah masyarakat untuk berbelanja kembali normal. Kami juga meningkatkan keamanan dengan pengecekan di pintu masuk tiap mall sebagai bentuk antisipasi keamanan terhadap masyarakat,” kata April.

Diakui peristiwa tersebut membuat seluruh warga shock. Namun Aprindo mengapresiasi upaya dari pemerintah bersama pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya dalam penanganan pasca ledakan. Presiden Jokowi bersama Panglima TNI dan Kapolri sampai walikota Risma mau turun.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan bu Risma untuk memulihkan kepercayaa masyarakat terhadap kondisi paska ledakan, hal ini sangat positif bagi kami dalam hal mengembalikan roda perekonomian di Surabaya. Kami pun mellaikan hal yang sama dengan memasang spanduk yang berisikan mengajak masyarakat agar bangkit dan kembali menggairahkan pasar,” jelas Abraham Ibnu, Ketua Aprindo Wilayah Indonesia Timur.

Upaya menstabilkan pasar, untuk meningkatkan gairah ekonomi supaya masyarakat tidak takut lagi dan merasa nyaman berbelanja pengusaha ritel menyiapkan promo-promo menarik seperti memberi diskon dan voucher kepada konsumen.

“Selain langkah konkret seperti diatas kami juga butuh dukungan penuh dari pemerintah dan dukungan dari semua pihak sangat menentukan geliat ekonomi ini bisa bergerak lagi pasca tragedi yang terjadi di Surabaya hari Minggu dan Senin kemarin,” papar Abraham. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *