Pariwisata Dibuka Kembali, Bali Tak Berharap Banyak

oleh

Foto-foto: Ary Nugraheni
Caption: Suasana New Normal di Pantai Melasti Bali

KILASJATIM.COM, BALI – Pariwisata Bali kembali dibuka sejak akhir Juli lalu. Namun, pembukaan tahap satu Bali era now normal masih sebatas untuk turis domestik. Tercatat, kunjungan turis domestik ke Bali pun naik 15%.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa belum lama ini. Pihaknya melaporkan adanya kenaikan kunjungan sekitar 15-17% yang berasal dari turis domestik.

“Berdasarkan pengamatan di bandara, kelihatannya terjadi peningkatan jumlah kedatangan sekitar 15-17 persen,” ujar Putu.

Pembukaan wisatawan khusus domestik ini tentunya juga menerapkan protokol kesehatan. Tapi meski sudah dibuka, Putu mengaku tak berharap banyak pada kedatangan wisatawan domestik.

Menurut Putu, pembukaan pariwisata Bali pada 31 Juli lalu lebih ingin membangun kepercayaan kembali wisatawan.

“Kalau kita berharap seolah-olah seperti normal sekali seperti dulu, rasanya belum. Kan, begitu ya? Karena kan, orang yang mau berwisata itu kan harus punya uang dulu, apalagi di tengah Covid-19 ini kan dia kehilangan pendapatan atau pekerjaan,” papar Putu.

Kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak ke semua orang dan terhadap aktivitas liburan atau wisata ini, lanjut Putu, membuat orang yang bisa berwisata saat ini hanyalah orang berkecukupan.

“Sehingga kita tidak terlalu berpikir muluk-muluklah untuk menargetkan harus dapat berapa wisatawan,” tambah Putu.

Putu juga memberikan catatan jumlah turis domestik yang datang ke Bali. Tercatat, sebanyak 2.128 orang datang ke Bali lewat Bandara Ngurah Rai pada 31 Juli 2020.

Kemudian, hari selanjutnya yaitu 1 Agustus 2020, tercatat 1.847 orang datang ke Bali, dan 2 Agustus 2020 sebanyak 2.419 orang. Sementara untuk jumlah keberangkatan dari Bandara Ngurah Rai tercatat 31 Juli 2020 sebanyak 1.469 orang.

Hari selanjutnya, 1 Agustus 2020 sebanyak 1.840 orang, dan 2 Agustus sebanyak 2.542 orang. Sebelumnya, Bali telah kembali membuka pariwisata untuk wisatawan nusantara pada 31 Juli 2020, meski Covid-19 masih terjadi.

Melihat hal ini, Putu mengatakan seluruh pihak jangan sampai lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Menurut Putu, tidak ada cara lain selain tetap mematuhi protokol kesehatan untuk bisa menjalankan roda perekonomian dan kesehatan.

“Karena antara ekonomi dan kesehatan itu kan sama-sama pentingnya. Jadi sebelum vaksin itu diperoleh, protokol kesehatan inilah yang bisa menjembatani agar masyarakat kita bisa beraktivitas,” kata Putu.

Sementara untuk pembukaan tahap dua, yaitu untuk turis asing, akan dilakukan pada September mendatang.

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Provinsi Bali, tercatat hingga Minggu (2/8/) jumlah kumulatif pasien positif di Bali 3.488 orang, bertambah 40 orang transmisi lokal. Namun, tim Gugus Tugas juga mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 terus naik. Pada Minggu, total pasien sembuh di Bali sebanyak 2.971 orang. (Rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *