Pandemi Covid -19 Bank Indonesia Tiadakan Penukaran Uang Baru

oleh

Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah (PUR) Layanan dan Informasi BI Jatim, Imam Subarkah. (kilasjatim.com/Nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya РUntuk mencegah penularan Covid19, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Timur (Jatim) tidak akan melaksanakan layanan penukaran uang pecahan baru seperti tahun-tahun lalu.  Namun bagi masyarakat yang ingin menukarkan pecahan uang kecil BI menyarankan untuk melakukannya di kantor bank atau bisa melalui ATM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin menukarkan pecahan uang kecil BI menyarankan untuk melakukannya di kantor bank atau bisa melalui ATM.

“Untuk pecahan uang kecil, bisa dilakukan di kantor bank. BI sudah berkordinasi dengan perbankan titik-titik mana yang akan melayani,” kata Difi saat teleconference bersama media, Selasa (28/4/2020).

Ketegasan ini diambil BI karena alasan keamanan dan menghindari kerumunan dan upaya mencegah penyebaran Covid -19.

Sementara itu Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah (PUR) Layanan dan Informasi BI Jatim, Imam Subarkah menambahkan, saat ini telah tersedia sebanyak 273 titik layanan penukaran uang di perbankan. Dalam hal ini BI melibatkan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) dalam pendistribusian uang layak edar.

“Kegiatan penukaran uang layak edar yang rutin dilakukan dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri dapat dilakukan melalui Perbankan. BI juga memastikan bahwa uang layak edar tersebut telah terjaga kebersihannya sesuai dengan protokol Covid-19,’ kata Imam Subarkah seraya menambahkan BI mengimbau, di perbankan juga memberlakukan pembatasan atau social distancing maka sebaiknya masyarakat bisa memanfaatkan nontunai.

‘Penukarannya hanya ada di bank, tidak ada penukaran di luar kantor.” jelasnya.

Sementara Kepala Divisi SP PUR Layanan dan Administrasi Abrar menambahkan, periode ramadhan dan lebaran tahun lalu, BI Jatim menyiapkan uang pecahan baru senilai Rp33,4 Triliun dan membuka layanan penukaran uang di 17 rest area jalan tol, lapangan Makodam V Brawijaya, dan bekerjasama dengan 68 perbankan.

“Dari jumlah itu terealisasi sebanyak Rp. 26-27 Triliun. BI Jatim memprediksi total kebutuhan uang layak edar pada Periode Ramadhan dan Lebaran tahun 2020 ini mencapai Rp. 25,8 Triliun. BI Jatim menjamin uang Rupiah tersedia dalam jumlah yang cukup,” papar Abrar. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *