OJK Warning Lembaga Jasa Keuangan Agar Tidak Perang Suku Bunga

oleh
Surabaya, kilasjatim.com: Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 Jawa Timur me warning para pelaku jasa keuangan agar tidak melakukan perang suku bunga.
Pasalnya, marak jasa keuangan memainkan suku bunga kredit yang terendah dengan tujuan menarik nasabah sebanyak-banyaknya.
Seperti diinfokan, Bank Indonesia (BI) masih suku bunga acuannya di level 6%. Hal ini seiring dengan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC ). Petinggi The Federal Reserve tetap mempertahankan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) di level 2,25%-2,50%.
Kepala OJK KR 4 Jatim, Heru Cahyono mengatakan, ditengah persaingan lembaga jasa keuangan seperti, bank, asuransi, pinjaman online, leasing, dan jasa pembiayaan lainnya kecenderungan untuk memainkan suku bunga kredit memang selalu ada, tapi sebatas kewajaran yang telah diatur oleh OJK.
Ia menambahkan, disatu sisi bunga kredit rendah untuk menggaet nasabah lebih banyak, disatu sisi jika suku bunga kredit tinggi dampaknya akan terjadi penurunan nasabah atau konsumen.
“Yang pasti OJK mewarning agar tidak terjadi perang suku bunga kredit.” tegasnya kepada wartawan disela acara Halal Bihalal OJK KR 4 Jatim dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah Jawa Timur, di Hotel Majapahit Surabaya, Kamis (20/06/19).
Heru Cahyono meyakini tidak ada perang suku bunga kredit antar lembaga jasa keuangan di Jawa Timur, hanya saja dirinya memberikan warning agar antar jasa keuangan jangan saling adu suku bunga kredit rendah, demi meninggkatkan bisnis jasa keuangan.
“Di Jatim belum ada perang antar suku bunga kredit.” ungkapnya.(Tris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *