OJK Gelar Akses Keuangan Syariah di Sumenep

oleh
OJK KR 4 menggelar kegiatan Akses Keuangan Syariah Melalui Gerakan Menabung Milenial dan Gema Edukasi Keuangan Syariah (AKSI GAUL MADURA) di Pendopo Kabupaten Sumenep, Rabu (18/12).

KILASJATIM.COM, Sumenep – Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur (OJK KR 4) menggelar kegiatan Akses Keuangan Syariah Melalui Gerakan Menabung Milenial dan Gema Edukasi Keuangan Syariah (AKSI GAUL MADURA)  di Pendopo Kabupaten Sumenep, Rabu (18/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 600 orang peserta yang terdiri dari pelajar SLTA dan SMK, santri Pondok Pesantren serta mahasiswa perguruan tinggi se-Kabupaten Sumenep, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumenep, Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Kompartemen BPRS ASBISINDO serta penggiat keuangan syariah di wilayah Sumenep.

Kegiatan AKSI GAUL MADURA merupakan kegiatan bersama OJK KR 4, DPW Kompartemen BPRS ASBISINDO Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap produk dan jasa keuangan syariah serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan syariah sehingga mampu mendorong pertumbuhan keuangan syariah secara optimal di Kabupaten Sumenep khususnya dan Jawa Timur umumnya.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Stratgis OJK KR4, Mulyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa hasil survei Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2016. Indeks Literasi Keuangan Syariah di Provinsi Jawa Timur tercatat sebesar 29,35%, tertinggi di seluruh Indonesia, mengalahkan Provinsi Aceh yang hanya sebesar 21,09%.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Bersama OJK dan Bank Jatim Canangkan Gerakan One Student One Account

Hal tersebut menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Jawa Timur terhadap layanan keuangan syariah sudah meningkat dan bahkan lebih baik dibandingkan provinsi lainnya dengan mayoritas muslim terbesar di Indonesia.

Menurut Mulyanto, indeks inklusi keuangan syariah di Provinsi Jawa Timur yang sebesar 12,21% jauh lebih rendah dibandingkan Provinsi Aceh yang mencapai 41,45%. Hal tersebut menunjukkan bahwa, meskipun tingkat literasi masyarakat Jawa Timur terhadap produk dan jasa keuangan syariah sudah tergolong cukup baik, namun sebagian besar masih belum menggunakan produk dan layanan keuangan syariah.

Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan syariah penduduk Indonesia yang berusia 18-35 tahun berkisar 8,1% – 9,3%. Sementara itu, Halaman ǀ 2 indeks literasi keuangan syariah pelajar atau mahasiswa baru sebesar 5,3% sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman generasi milenial, khususnya pelajar dan mahasiswa terhadap keuangan syariah masih sangat rendah.

Dikatakan, generasi milenial dalam beberapa tahun terakhir sering menjadi pusat perhatian. Generasi ini dianggap memiliki ide-ide segar, visi yang jernih, pemikiran-pemikiran yang kreatif dan inovatif serta diyakini mampu mendorong terjadinya transformasi dunia ke arah yang lebih baik melalui efektivitas, perbaikan dan pengembangan. Dengan persepsi tersebut, masyarakat memiliki harapan yang besar bahwa generasi milenial akan menjadi calon pemimpin baru yang berperan sebagai agent of change, membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA: Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur Gelar Upacara dan Tasyakuran Bersama BI dan FK-LJKD

Peran generasi milenial yang sangat besar dalam membangun bangsa, khususnya pembangunan ekonomi, harus didukung dengan pemahaman yang cukup dalam bidang keuangan karena tingkat pemahaman tersebut akan menjadi bekal penting dalam setiap pengambilan keputusan.

Berpijak dari hal tersebut, Mulyanto menyampaikan bahwa OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur bersama para penggiat keuangan syariah di Jawa Timur menggagas program peningkatan literasi keuangan syariah yang diwujudkan dalam bentuk Penyusunan Buku Gaul Keuangan Syariah.

Buku ini merupakan publikasi seri Edukasi Keuangan Syariah ke-3 setelah sebelumnya Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur meluncurkan Buku Kumpulan Khotbah Bisnis dan Keuangan Syariah pada bulan Desember 2015 dan Buku Pintar Keuangan Syariah pada bulan Juni 2018 yang seluruhnya bertujuan untuk mendukung dakwah keuangan syariah.

Buku ini disusun OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur bersama MUI Jawa Timur, ADPASI, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Majelis Sarjana Ekonomi Islam (MASEI), Forum Dai Ekonomi Islam (FORDEIS), Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (FORDEBI), Kantor Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur, Universitas Airlangga dan Universitas Negeri Surabaya.

BACA JUGA: Tingkatkan Budidaya Ikan Patin, OJK Gelar Business Matching

Program peningkatan literasi keuangan syariah tersebut juga diikuti dengan program peningkatan inklusi, yaitu dengan peluncuran tabungan berencana gerakan menabung milenial yang disingkat dengan nama Tabungan GAUL iB. Tabungan ini digagas oleh Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur dan dikembangkan bersama dengan DPW Kompartemen BPRS ASBISINDO Jawa Timur. Tabungan ini merupakan produk simpanan yang spesifik dipasarkan oleh BPRS untuk segmen milenial, khususnya pelajar SLTA dan mahasiswa.

Dengan kedua program tersebut Kata Mulyanto, diharapkan pangsa aset perbankan syariah terhadap total aset perbankan di Jawa Timur yang saat ini mencapai 5,95% dapat semakin meningkat. Mengingat pangsa perbankan syariah di Jawa Timur masih memiliki ruang pengembangan yang luas dengan mempertimbangkan potensi pengembangan industri keuangan syariah di Jawa Timur yang sangat besar. Antara lain jumlah penduduk muslim mencapai 97% dan terdapat lebih dari 6.000 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai lebih dari 1 juta santri. (kominfo/kj9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *