KILASJATIM.COM, Surabaya – Musyawarah Wilayah (Muswil) III SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan organisasi. Ketua Pengurus Wilayah SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur, Arderio Hukom, menegaskan bahwa estafet kepemimpinan harus berjalan agar organisasi tetap hidup, membumi, dan relevan dengan kebutuhan kader serta masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Arderio saat membuka Muswil III SAPMA Pancasila yang digelar di Grand Inn Tunjungan, Surabaya, Sabtu (13/12/2025). Muswil ini merupakan yang ketiga sejak SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur berstatus sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Dalam forum tersebut, Arderio memastikan dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua PW SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur. Keputusan itu disebut sebagai bentuk komitmen pribadi terhadap regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi.
“Regenerasi itu penting. Saya cukup satu periode. Tonggak penerus sudah ada dan disiapkan,” kata Arderio.
Ia berharap Muswil mampu melahirkan pemimpin baru yang memiliki dedikasi, komitmen, serta tanggung jawab tinggi dalam menjaga marwah organisasi. Menurutnya, memimpin SAPMA Pemuda Pancasila bukan perkara sederhana.
“Ini bukan organisasi profit. Dibutuhkan dedikasi dan kesediaan berjuang untuk organisasi,” ujarnya.
Arderio juga menekankan agar kepemimpinan ke depan tetap menjaga karakter SAPMA Pemuda Pancasila sebagai organisasi kepemudaan yang inklusif dan membumi, serta mampu hadir di tengah kebutuhan masyarakat.
Terkait dinamika pemilihan, hingga Muswil berlangsung panitia mencatat baru satu calon yang mendaftar. Arderio berharap proses pemilihan dapat berjalan kondusif dan menghasilkan keputusan terbaik melalui musyawarah mufakat.
“Kalau bisa aklamasi, itu harapan kita bersama,” ucapnya.
Adapun calon yang telah mendaftar adalah Muhammad Abung Rizki, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum HIPMI Jawa Timur.
Muswil III SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur diharapkan tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga menjadi titik awal kepemimpinan baru yang mampu memperkuat soliditas organisasi dan memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat. (FRI)






