Misi Dagang Jatim di Singapura Catat Rekor Transaksi Rp 4,16 Triliun

oleh -332 Dilihat
(Foto: Humas Pemprov-Ist/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Singapura kembali mencatat capaian besar. Pada gelaran East Java Trade and Investment Forum 2025 di KBRI Singapura, Kamis (13/11), total transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,16 triliun. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak rangkaian misi dagang Jatim ke negara mitra dimulai pada 2022.

Forum bisnis yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu mempertemukan 31 pelaku usaha Jatim dengan 60 mitra bisnis dari Singapura. Pertemuan ini dirancang untuk memperluas pasar ekspor, membuka peluang investasi, serta memetakan kembali potensi komoditas unggulan Jatim yang diminati pasar regional.

Ini merupakan misi dagang keenam Pemprov Jatim di luar negeri setelah berlangsung di Arab Saudi dan Malaysia (2022), Timor Leste dan Hong Kong (2023), serta Jepang (2024). Untuk pasar Singapura, pelaku usaha Jatim menawarkan beragam komoditas mulai tembakau, perdagangan karbon, kopi, rempah, produk perikanan, gula rafinasi, sayuran beku, hingga produk kecantikan dan bioteknologi.

Hubungan dagang Jatim–Singapura menunjukkan tren positif. Pada periode Januari–Agustus 2025, neraca perdagangan Jatim mencatat surplus USD 379,19 juta. Ekspor nonmigas mencapai USD 845,53 juta, sementara impor sebesar USD 466,34 juta.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III 2025 juga menguat di angka 5,22 persen (y-o-y), lebih tinggi daripada rata-rata nasional 5,04 persen. Kontribusi Jatim terhadap PDB nasional mencapai 14,54 persen, sedangkan terhadap PDRB Pulau Jawa sebesar 25,65 persen. Struktur ekonomi provinsi masih didominasi industri pengolahan, perdagangan, dan sektor agro.

Menurut Khofifah, kekuatan ekonomi Jatim tidak hanya bertumpu pada industri, tetapi juga sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan yang menjadikan provinsi ini lumbung pangan nasional. Sepanjang Januari–September 2025, nilai ekspor Jatim mencapai USD 22,91 miliar, dengan ekspor nonmigas mendominasi hingga 97,98 persen.

Baca Juga :  GNPIP 2023: Jelang Ramadan BI dan Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan

Untuk pasar Singapura, komoditas unggulan Jatim yang paling banyak diekspor antara lain perhiasan, tembakau, produk kimia, mesin mekanik, peralatan listrik, ikan dan udang, kakao, serta produk berbahan kayu. Sementara impor dari Singapura didominasi plastik, bahan kimia organik, kosmetik, barang farmasi, mesin mekanik, minyak atsiri, timah, dan makanan olahan.

Dalam forum tersebut, empat komitmen transaksi baru juga ditandatangani dan disaksikan langsung oleh Gubernur Khofifah. Kerja sama itu melibatkan:

CV Miracle Agro Spices – Openwave Computing Singapore Pte. Ltd.

Mitra Tani – Dio Yago Trading

PT Pratama Spices Indonesia – Whizmeal Pte. Ltd.

PT Charoen Pokphand Jaya Farm – N&N Agriculture Pte. Ltd.

Khofifah berharap misi dagang ini dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas dan memperkuat hubungan bisnis antara Jawa Timur dan Singapura. Ia mendorong para pelaku usaha agar memanfaatkan forum ini untuk meningkatkan volume perdagangan serta memperluas penetrasi produk Jatim di pasar regional.(FRI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.