KILASJATIM.COM, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, dari total 3.735 BTS yang terdampak sejak 26 November 2025, sebanyak 3.283 unit telah kembali terpulihkan.
“Sebanyak 3.283 BTS atau sekitar 87,9 persen sudah recover,” kata Meutya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Meski mayoritas BTS telah diperbaiki, Meutya menjelaskan tidak seluruhnya dapat langsung beroperasi. Kendala utama masih berkaitan dengan pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil di sejumlah wilayah terdampak.
Saat ini, BTS yang benar-benar telah beroperasi tercatat sekitar 2.194 unit, atau mendekati 50 persen dari total BTS terdampak. Sementara itu, masih terdapat 452 BTS atau sekitar 12 persen yang belum pulih sepenuhnya, baik karena kerusakan fisik maupun keterbatasan akses menuju lokasi.
Sejumlah daerah seperti Bener Meriah, Takengon, dan Aceh Tamiang disebut masih memerlukan penanganan lanjutan. Tantangan geografis dan infrastruktur membuat proses pemulihan jaringan di wilayah tersebut berjalan lebih lambat.
Untuk mengatasi keterbatasan listrik, Komdigi mendorong operator telekomunikasi menambah pengiriman genset sebagai solusi sementara agar layanan komunikasi tetap dapat berjalan.
“Kami mendorong operator untuk mengirim lebih banyak genset sebagai langkah sementara sambil menunggu pasokan listrik kembali stabil,” ujar Meutya.
Meutya menambahkan, secara teknis sebagian besar BTS yang telah dipulihkan siap beroperasi penuh begitu pasokan listrik normal. Pemerintah menargetkan pemulihan jaringan komunikasi terus meningkat agar aktivitas warga dan layanan darurat di Aceh kembali berjalan optimal. (cit)









