Mengonsumsi Telur Dari Daerah Terkontaminasi Limbah Plastik Bisa Menelan Dioksin

oleh
Ilustrasi.Pxhere.

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kondisi telur Indonesia yang diproduksi di daerah terkontaminasi limbah plastik akan mengandung bahan kimia beracun seperti dioksin. Orang dewasa yang mengonsumsi telur dari daerah terkontaminasi limbah plastik bisa menelan dioksin 70 kali lebih banyak dari standar UE.

Limbah plastik salah satu permasalahan terbesar di negara-negara berkembang. Tanpa disadari, limbah plastik ini tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga makanan. Penelitian terbaru menemukan bahwa telur di Indonesia terkontaminasi limbah plastik yang berbahaya dalam jangka pendek dan panjang.

Melansir dari WHO, dioksin adalah sekelompok senyawa yang berhubungan secara kimiawi dan merupakan polutan lingkungan persisten (POPs).

Dioksin ditemukan di seluruh dunia di lingkungan rawan dan mereka terakumulasi dalam rantai makanan, terutama jaringan lemak hewan. Bahkan, lebih dari 90 persen paparan manusia melalui makanan, terutama daging dan produk susu serta ikan dan kerang.

BACA JUGA: Gubernur Imbau Masyarakat Tak Perlu Cemas Konsumsi Telur Jatim

Seperti dilansir Suara.com, Rabu 20 November 2019, senyawa kimia akibat limbah plastik ini sangat beracun dan bisa menyebabkan masalah reproduksi, perkembangan, merusak sistem kekebalan tubuh, mengganggu hormon, hingga menyebabkan kanker.

Paparan jangka pendek dioksin pada manusia dapat menyebabkan lesi kulit, seperti chloracne, kulit gelap dan fungsi hati berubah. Sedangkan paparan jangka panjang bisa menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh, sistem saraf yang berkembang, sistem endokrin, dan fungsi reproduksi.

Hasilnya, ternyata telur di wilayah tersebut mengandung bahan kimia beracun seperti dioksin. Para ahli juga menduga bahwa membakar sampah plastik telah menyebabkan racun memasuki rantai makanan.

Penemuan ini dibuktikan setelah para peneliti mengumpulkan telur di daerah terkontaminasi limbah plastik di Jawa Timur. Lalu, mereka melakukan uji laboratorium dan menemukan telur mengandung dioksin, PFOS, serta bahan kimia lainnya. (kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *