Masyarakat Desa Tempurejo Lumajang Mulai Menikmati Program Pamsimas III  

oleh
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat launching pengaliran air ke masyarakat, melalui program PAMSIMAS III Tahun Anggaran 2019 oleh KKM Tirto Amertha, yang bertempat di Lapangan Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari.

KILASJATIM.COM, Lumajang – Program PAMSIMAS III menjadi program yang menyambungkan air antara sumber mata air dengan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat launching pengaliran air ke masyarakat, melalui program PAMSIMAS III Tahun Anggaran 2019 oleh KKM Tirto Amertha, yang bertempat di Lapangan Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari, Selasa (03/12/2019).

“Selamat menikmati program PAMSIMAS, dan hal ini merupakan pelayanan penyaluran air bagi masyarakat Desa Tempurejo,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini Program PAMSIMAS telah mengairi kurang lebih ke 90 rumah warga Desa Tempurejo. Ia berharap hal tersebut terus ada penambahan saluran air di tiap rumah yang kemudian lebih meluas dan merata.

“Alhamdulillah masyarakat sekarang bisa menikmati mata air yang bersih dan menghasilkan rata-rata 5 liter per-detik untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Bupati.

BACA JUGA: Terjaminnya Rasa Aman Faktor Pendukung Percepatan Pembangunan di Lumajang  

Sementara itu, Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Tirto Amertha Desa Tempurejo, Puji Kriswanto menjelaskan bahwa sumber air yang digunakan Program PAMSIMAS terdapat di Desa Kaliuling dengan jarak lebih dari 4 km dari Desa Tempurejo yang sistem kerja penyaluran dari PAMSIMAS ke masyarakat menggunakan gaya grafitasi tanpa menggunakan mesin. Ia juga mengungkapkan pada tahun 2019 mata air tersebut sudah mendistribusikan air ke 4 Desa se-Kecamatan Tempursari.

“Saat ini Desa yang mendapatkan sasaran PAMSIMAS di Kecamatan Tempursari ini yakni di Desa Pundungsari, Purworejo, Bulurejo, dan Tempurejo,” jelasnya.

Puji menambahkan bahwa masyarakat pengguna program ini membayar Rp 7.500 per-10 meter kubik, jika ada pengguna air yang melebihi akan dikenai biaya tambahan Rp 1.000. Dengan biaya yang murah ini, ia berharap masyarakat bisa lebih menikmati air bersih dengan lancar serta ada pengembangan ekonomi baru dengan mengembangkan wirausaha. (kominfo-kj22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *