Mas Abu Beri Penghargaan OPD Pelayanan Terbaik

oleh
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar memberikan penghargaan kepada OPD layanan yang mendapatkan nilai baik.

KILASJATIM.COM, Kediri – Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar memberikan penghargaan kepada OPD layanan yang mendapatkan nilai baik. Pada kategori kelurahan berhasil diraih oleh Kelurahan Mrican dengan nilai 2,92 dan Kelurahan Kampungdalem dengan nilai 2,84.

Untuk kategori puskesmas diraih oleh Puskesmas Kota Wilayah Selatan dengan nilai 4.08 dan Puskesmas Kota Wilayah Utara dengan nilai 4.05. Pada kategori OPD berhasil diraih oleh RSUD Gambiran dengan nilai 4,11 dan Dispendukcapil dengan nilai 3,68.

Penghargaan ini diberikan dalam acara Expose Penyampaian Pengawasan Pelayanan Publik di Kota Kediri, Kamis (26/12) bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Dalam sambutannya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar memuji seluruh ASN agar memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini, pemerintah fokus dalam memanage Kota Kediri semakin baik. Terkait, memberikan layanan publik yang mudah, cepat, dan tepat.

BACA JUGA: Temu CSR Kota Kediri 2019, Mas Abu Ingin Kota Kediri Semakin Bagus dan Keren  

“Saya melihat pelayanan seperti ingin kita coba. Nah tolong itu diaplikasikan di instansi masing-masing. Kita harus keren dibandingkan daerah lain,” katanya.

Pria yang suka disapa Mas Abu ini juga meminta agar ASN meminta persyaratan Kota Kediri dan masyarakat yang meminta. Dimana Kota Kediri ini tidak memiliki wilayah yang luas. Untuk memajukan daerah serta menumbuhkan keuangannya, harus dibuat sistem pelayanan yang baik di Kota Kediri.

“Pelayanan harus bagus, kotanya harus keren dan pluralismenya enak dengan baik. Jadi orang masuk ke Kediri merasa nyaman. Jika kita membuka data statistik populasi di Kota Kediri ini sebesar 75 hingga 80 persen adalah produktif. Berharap mereka ini pegang gadget bisa mendapatkan layanan online. Nah untuk yang 25 persen ini manginginkan pelayanan konvensional. Jadi pelayanan manual harus bagus dan terus dibenahi,” jelasnya.

Mas Abu mengungkapkan saat ini yang diperlukan adalah percepatan pelayanan. Karena sekarang masyarakat sangat aktif dan mengharapkan pelayanan terbaik. Saat ini banyak masyarakat mengeluh melalui media sosial. “Tolong tempatkan orang yang tepat untuk melayani. Mau tidak kita harus meminta anggota kita untuk melayani dengan baik. Saat ini kita dengan masyarakat sudah tidak ada sekat. Kita harus malu kalau pelayanan kita buruk,” ungkapnya.

BACA JUGA: Wali Kota Kediri Mas Abu Lantik 127 ASN Kota Kediri

Terakhir, wali kota muda ini menambahkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Kota Kediri sebesar 3,41 masuk dalam kategori baik. Targetnya ditahun 2024 nilai IKM Kota Kediri sebesar 3,80 atau kategori sangat baik.

Untuk itu, Mas Abu mengajak seluruh ASN untuk berkolaborasi membangun sistem yang keren dan bagus. Perlu, mudah dalam mengambil kebijakan dan apa yang harus diprioritaskan.

“Mari kita kerjakan bersama-sama. Kita harus terus berinovasi. Selain itu, lagi Kota Kediri bukan hanya kota yang hidup dengan jasa dan perdagangan. Namun juga sebagai kota pendidikan. Saya juga meminta dihitung juga indeks untuk kebahagiaan di Kota Kediri. Karena bagi saya yang paling penting adalah kebahagiaan. Kalau orang itu bahagia, ia akan jauh lebih produktif,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bagian Organisasi Kota Kediri, Wahyu Kusuma Wardani menjelaskan sebelum Mengungkap Penyampaian Pengawasan Layanan Publik ini sebelumnya telah dilakukan pada 70 OPD layanan yang dibagi dalam tiga kategori.

Yakni, kategori kelurahan, kategori puskesmas, dan kategori OPD. Penilaian dilakukan oleh tim yang terdiri dari akademisi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Kediri dalam kerentanan waktu tiga bulan.

BACA JUGA: Kota Kediri Jadi Tempat Seminar Nasional Geliat Ekonomi Wilayah Selingkar Wilis  

“Kita mencoba memotret masalah nyata di lapangan. Dalam tiga bulan kita amati dua kali dengan dua personil berbeda. Kita menilai secara obyektif dengan 6 indikator sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Negara Aparatur Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 tentang pengarahan unit pelayanan publik,” jelasnya.

Melalui Penilaian itu, Wahyu berharap bisa dibuat rapor untuk OPD untuk membenahi atau meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat. “Kami dari Bagian Organisasi tidak hanya memberikan penghargaan bagi yang sudah bagus. Kami juga akan memberikan penghargaan berupa pembinaan dan pendampingan untuk OPD yang mendapat nilai rendah ditahun 2020 nanti. “Ciptakan celahnya tidak terlalu jauh antara yang baik dan yang rendah,” ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Kediri, Budwi Sunu, Plt Asisten Umum setda Kota Kediri, Yoyok Susetyo, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Kediri, Camat, Lurah dan tim penilai. (hms/kj23)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *