LSF Tangani 42 Ribu Film per Tahun, Banyuwangi Dinilai Punya Potensi Besar di Industri Sinema

oleh -1043 Dilihat
Lembaga Sensor Film Indonesia Gelar Literasi Penyensoran FIlm di Banyuwangi

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Lembaga Sensor Film (LSF) mencatat menangani sekitar 42 ribu film setiap tahun, mulai film layar lebar, film pendek, dokumenter, hingga iklan film. Banyaknya karya yang masuk dinilai mencerminkan pesatnya pertumbuhan industri kreatif nasional, sekaligus membuka peluang bagi daerah untuk ikut menyumbang produksi, termasuk Banyuwangi yang memiliki kekayaan visual dan cerita lokal.

Hal itu disampaikan Ketua Subkomisi Penyensoran LSF, Hadi Armoto, dalam kegiatan Literasi Layanan Penyensoran Film dan Iklan Film serta sosialisasi aplikasi e-SiAS bagi pegiat perfilman di Banyuwangi, Rabu (19/11/2025). Ia mengatakan Banyuwangi punya modal kuat untuk menjadi daerah produktif dalam dunia sinema karena kekayaan alam, budaya, serta legenda yang bisa diangkat menjadi materi visual.

“Potensinya besar banget. Banyuwangi punya cerita legenda hebat, alam bagus, budaya banyak. Semuanya sudah mendunia. Bahkan film dokumenter yang saya buat juga berkisah tentang Banyuwangi,” ujar Hadi.

Dengan jumlah film nasional yang meningkat tajam, Hadi menilai penting bagi daerah untuk aktif memproduksi karya, baik fiksi maupun dokumenter. Ia juga menekankan perlunya pengurusan penyensoran melalui aplikasi e-SiAS agar film yang lahir dari daerah memperoleh perlindungan hukum dan klasifikasi usia resmi sebelum tayang ke publik.

Menurutnya, kehadiran aplikasi e-SiAS mempermudah proses pengajuan sensor dan menjadi bentuk dukungan LSF agar ekosistem sinema di daerah semakin berkembang.(zul)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga :  PLN Fasilitasi Perahu Wisata Pantai Rajegwesi di Taman Nasional Meru Betiri

No More Posts Available.

No more pages to load.