KILASJATIM.COM, Ponorogo – Nasib 138 aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Ponorogo yang dimutasi Bupati non-aktif Sugiri Sancoko pada Jumat (7/11/2025) akhirnya menemukan titik terang. Mutasi tersebut sebelumnya menjadi sorotan karena dilakukan hanya beberapa saat sebelum operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Sugiri dan Sekretaris Daerah Agus Pramono.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita memastikan keabsahan proses mutasi tersebut setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Gubernur Jawa Timur hingga Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia menegaskan bahwa seluruh prosedur mutasi telah sesuai aturan dan tetap sah secara administrasi. “Saya sudah koordinasi dengan Bu Gubernur dan BKN, dan hasilnya itu (mutasi) sudah sah. Kan pas tanggal 7 itu Pak Bupati sudah melantik dan juga sudah tanda tangan SK, lalu tanggal 8-nya terkena musibah itu,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Lisdyarita menjelaskan bahwa surat keputusan pelantikan berlaku sejak 17 November 2025. Karena itu, ia meminta para pejabat yang dimutasi untuk segera bekerja dan menjalankan tugas sesuai jabatan baru. Ia mengakui sebelumnya belum mengumumkan hasil mutasi karena masih menunggu kepastian dasar hukumnya. “Memang waktu itu belum saya umumkan karena saya acuannya apa. Maka sekarang, mutasi itu sudah sah,” tegasnya.
Sebagai pelaksana tugas, Lisdyarita menekankan dirinya harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan dan membubuhkan tanda tangan, mengingat banyak aturan yang harus dipatuhi menyusul dinamika pemerintahan saat ini. “Makanya kita sangat hati-hati sekali,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, ada sejumlah ASN yang sempat meminta agar mutasi ditunda atau bahkan dibatalkan. Namun Lisdyarita menilai pembatalan justru akan memperpanjang proses birokrasi, sementara pemerintah daerah sedang dikejar waktu untuk menuntaskan Perda APBD 2026 sebelum akhir tahun. “Kalau dibatalkan nanti ada proses yang lebih lama lagi sedangkan ini sudah mendekati akhir tahun. Otomatis semua tentang anggaran harus segera dituntaskan, jadi sekali lagi kita sangat hati-hati sekali,” pungkasnya.(did)









